Masihkah Kau Merasa Miskin?

Seorang anak muda merasa dirinya tidak tampan, tidak kaya dan tidak punya rezeki, sehingga tiap saat  merasa galau. Malaikat datang kepadanya dan pemuda tersebut tak tahu kalau itu malaikat.

“Anak muda, kenapa engkau nampak tidak bahagia?”

“Saya merasa bingung Pak, kenapa aku miskin terus?”

“Miskin? Kamu bukannya kaya?”

“Bagaimana bisa kau katakan aku kaya? Dari mana kau menilainya?”

“Begini, kalau sekarang engkau kehilangan 1 jari tanganmu, aku beri 50 juta, apa kamu mau?”

“Gak mau!”

“Kalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 500 juta, mau?”

“Gak mau!”

“Kalau sepasang matamu buta, aku beri 10 milliar rupiah, mau?”

“Gak mau lah!”

“Kalo aku jadikan engkau menjadi kakek berumur 80 tahun sakit sakitan, aku beri 100 milliar, mau?”

“Sorry, gak lah!”

“Kalo sekarang engkau langsung meninggal, aku beri kamu 1 trilliun, mau?”

“Hah busyet! Gak lah!”

“Hahahaha … berarti benar kan kalau kamu sudah memiliki kekayaan tak terhingga? Kenapa masih mengeluh miskin?”

Anak muda itu tiba-tiba terdiam tanpa bisa berkata apa-apa dan akhirnya mengerti apa arti kekayaan.

 

Hidup adalah waktu yang dipinjamkan.

Harta adalah anugerah yang dipercayakan.

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki.

Bersyukurlah atas kesehatan yang masih kita miliki.

Bersyukurlah atas keluarga, teman dan sahabat yang masih kita miliki.

Bersyukurlah atas pekerjaan ygan masih kita miliki.

Saudaraku, mari kita sadari bahwa kita selalu diberi yang terbaik sesuai dengan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Advertisements