Syekh Dan Anak Durhaka

Suatu saat pada sesi tanya jawab kajian dalam suatu majelis.

Penanya: “Wahai Syekh, ibuku tinggal menumpang bersamaku di rumahku dan terjadi masalah antara beliau dan istriku.”

Syekh: “Ulangi pertanyaanmu!”

Penanya: “Ibuku tinggal  menumpang bersamaku di rumahku.”

Syekh: “Coba ulang pertanyaanmu!”

Penanya: “Ibuku tinggal menumpang di rumahku bersamaku.”

Syekh: “Ulang lagi pertanyaanmu!”

Penanya: “Ibuku tinggal menumpang bersamaku”

Syekh: “Ulangi lagi pertanyaanmu!”

Penanya: “Wahai Syekh, tolong biarkan aku selesaikan dulu pertanyaanku, jangan anda potong.”

Syekh: “Pertanyaanmu salah, yang benar engkaulah yang hidup menumpang pada ibumu meski rumah itu milikmu dan atas namamu.”

Penanya: “Iya Syekh, kalau demikian selesai sudah permasalahannya.”

Syekh: “Jangan durhaka wahai anak, jangan durhaka wahai menantu. Kamu dan seluruh hartamu adalah milik ibumu. Rasululloh SAW bersabda: ‘Engkau dan hartamu adalah milik ayah dan ibumu.’ (HR. Ibnu Majah: 2291).”

Advertisements