Sesuatu Yang Tidak Bisa Dilihat & Dicari Di Dunia

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kamu lihat. Langit itu berkeriat-keriut, di situ tidak ada tempat untuk bisa menyisipkan empat jari-jari melainkan ada malaikat yang meletakkan dahinya untuk bersujud kepada Allah Ta’ala. Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan banyak menangis, dan kamu tidak akan bersuka ria dengan istrimu diperaduan. Bahkan, kalian akan keluar ke tempat-tempat yang ramai untuk mohon pertolongan kepada Allah Ta’ala. Atau juga keluar ke jalan-jalan (tempat-tempat yang ramai) sambil berdoa dengan suara yang keras meneriakkan nama Allah.”

Nabi SAW bertanya kepada malaikat Jibril As, “Apakah engkau (malaikat Jibril) pernah tertawa?” Malaikat Jibril menjawab, “Ya”. Nabi SAW kembali bertanya, “Kapan?” Berkata malaikat Jibril, “Ketika manusia diciptakan & dari mulai diciptakan sampai wafatnya, sedangkan dia mencari dari sesuatu yang tidak pernah diciptakan di dunia.” Nabi SAW merasa heran & beliau bersabda, “Apakah sesuatu yang dicari dari manusia sedangkan hal tersebut tidak pernah diciptakan di dunia?”

Berkata malaikat Jibril, “Ketenangan. Sesungguhnya Allah tidak menciptakan ketenangan di dunia tetapi Allah menciptakannya di akhirat, maka manusia selalu mencari ketenangan. Maka anak kecil berkata kapan menjadi dewasa. Dan pemuda berkata andai saja aku kembali kecil. Dan orang tua berkata andai saja masa muda kembali lagi. Dan orang yang telah menikah berkata andai saja aku kembali pada masa lajang. Dan orang yang lajang berkata andai saja aku telah menikah. Dan yang memiliki banyak anak berkata andai saja aku memiliki (walau) satu anak saja. Dan yang memiliki banyak anak berontak seraya berkata andai saja aku tidak memiliki banyak anak. Dan yang telah menikah dengan satu perempuan menginginkan menikah lagi mencari ketenangan.”

Semuanya mencari ketenangan akan tetapi tidak ada yang namanya ketenangan di dunia ini. Maka wajib kita merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah menentukan untuk kita & kita bersyukur atas hal tersebut (ketentuan Allah). Dan kita mengetahui, sesungguhnya ketenangan kita terdapat di dalam ibadah kepadaNya & ketaatan kepadaNya agar kita mendapatkan makna ketenangan di akhirat & menangislah atas (kekurangan) dirimu.

Maka barangsiapa yang meninggalkan bacaan Al Qur’an 3 hari tanpa udzur, dialah yang dikatakan orang yang menjauhi dari Al Qur’an. Menjauhi dari ketenangan.

Advertisements