Allah Menilai HambaNya

Jika Allah menilai hamba dari seberapa banyak seorang muslim melantunkan lafaz dzikir di bibir dan lidahnya, tentu sangatlah tidak mujur bagi si Bisu, yang lidahnya tak terdengar sepatah kata.

Jika Allah menilai hamba dari seberapa indah dan merdunya suara seorang muslim melantunkan firman-Nya, tentu sangat tidak mujur si Tuli yang telinganya tidak bisa menangkap suara.

Jika Allah menilai hamba dari seberapa jelasnya jejak sujud di kening seorang muslim, tentu sangatlah tidak mujur bagi mereka yang setiap hari sujud dan rukuk, tapi tak berbekas di keningnya.

Jika Allah menilai hamba dari seberapa seringnya seorang muslim pergi ke tanah suci-Nya, tentu sangat tidak mujur bagi si Miskin yang belum mampu mengunjungi Ka’bah-Nya.

Tapi Allah hanya menilai hamba-Nya dari sesuatu di balik yang tersembunyi.

Sangat tersembunyi bagi manusia, namun sungguh sangat jelas bagi Zat-Nya.

Sesuatu yang tersembunyi itulah yang juga dapat dirasakan oleh sesama hamba Allah yang mukhlisin, yaitu “Hati Manusia”.

Advertisements