Pemilihan Nama Anak

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Baguskanlah nama-nama anakmu dengan arti yang baik, agar membawa sugesti yang baik pada anak tersebut dan karena akan dipanggil nama mereka di hari akhir. Dan saat kita panggil mereka, kita sedang mendoakan dia.

Memberi nama anak karena 2 alasan:

  1. Tafaulan / Sugesti

Memberi nama yang diharapkan menjadi sesuai artinya.

Contohnya:

Faiz = seseorang yang beruntung

Faizah = perempuan yang beruntung

Abdullah = hamba Allah

  1. Tabarukan / Cari Berkah

Memberi nama seperti orang-orang sholeh/baik sebelum kita, agar sama baik seperti mereka. Mengambil berkah dari namanya. Tidak peduli apa artinya yang penting sama sifat dan nasibnya dengan orang sholeh tersebut.

Contohnya:

Fatimah

Abu Bakar

Uwais Al Qorni

Cara memanggil nama anak.

Jika sudah memberi nama anak yang baik, jangan panggil dia dengan nama buruk atau tidak berarti.

Contohnya:

Abdullah, malah dipanggil Dul

Muhammad, malah dipanggil Mamat

Khodijah, malah dipanggil Ijah

Sidah (dari saida – siddi – sidah = tuan putri = wanita terhormat), malah dipanggil Ida

Budaya orang arab malah memanjangkan nama panggilan, bukan memendekannya, dan menjadi lebih bagus.

Contohnya:

Muhammadd dipanggil Hamudi = Muhammad kecilku

Halimah dipanggil Halumi = Halimah kecilku

Fatimah dipanggil Fatimu = Fatimah kecilku

Khodijah dipanggil Khoduji

Nur dipanggil Nuairi

Aisyah dipanggil Aisyuni, kalau Rosulullah memanggilnya Yaa Aisy = wahai hidupku (dilihat dari artinya)

Banyak Hadist sekitar menamakan anak, antara lain yang terkenal:

  1. Berilah nama anak laki-lakimu seperti namaku dan jangan kau pukul dia. Artinya agar mengingat Rasulullah
  2. Sebaik-baik nama disisi Allah adalah Abdullah & Abdurrahman (untuk laki-laki)

Sunnah kasih nama sesudah lahir. Sebaik-baiknya pada hari ke 7 dihitung sejak hari lahiran, bukan 7 hari setelah lahir. Misalnya lahir di Selasa, maka Aqiqah dan pemberian nama anak di hari Senin.

Aqiqah adalah sembelih hewan kurban sebagai tanda wujud syukur pada Allah atas karunia yang diberikan, hukumnya sunnah mu’akad, dilakukan setelah lahiran jika mampu, kalau belum mampu bisa ditunda hingga mampu.

Pilih kambing umur 2 tahun, tidak cacat, jantan/betina. Jauh lebih baik beri makan orang dalam bentuk masakan dibanding membagikan daging mentah, sebaiknya kambing dimasak yang manis-manis, seperti semur, kambing kecap, dll.

Sunnah aqiqah: gundul licin baik bayi perempuan maupun laki-laki. Lalu rambut ditimbang dan sedekah dengan emas seberat timbangan rambut bayi, misalnya berat rambut 2 gram x Rp 500.000/gram emas = Rp 1.000.000 ialah total yang disedekahkan, jika tidak mampu hargakan berat timbangan rambut dengan perak.

Advertisements