Al Hikam Habib Abu Bakar Alathas Azzabidi

Guru Besar Al Habib Abubakar bin Hasan Alatas Azzabidi, beliau adalah guru yang sangat luas ilmunya, rahmat kepada semua makhluk, dermawan, sederhana, waro’, bijaksana dan berintegritas tinggi. Beliau dengan semangat dan penuh kesabaran mengajar pada setiap hari Mingg,  ba’da Ashar, di Majelis Ta’lim beliau di Tanah baru Depok. Tak hanya mengajar, beliau juga menulis kalimat- kalimat hikmah, kata-kata bijak dan penuh makna.

Berikut beberapa buah hikam Al Habib dari ratusan hikam yang ada yang bisa kita renungkan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Jadikan perjalanan hidupmu seperti kau sedang berjalan diatas pasir yang tidak terdengar suaranya, namun bekas langkahnya sangat jelas.

2. Tidak ada kedudukan yang lebih tinggi daripada kejujuran , tapi tidak sedikit pula orang memusuhinya.

3. Janganlah kamu menghakimi manusia karena kekuatanmu, karena pada suatu saat Yang Maha Kuasa akan menghakimimu.

4. Berilah senyummu kepada musuhmu walaupun kamu tidak menyukainya, karena didalam senyummu telah berkurang dosamu.

5. Selimuti dirimu dengan ahlak yang mulia, maka semua manusia yang melihatmu akan  merasakan ketenangannya.

6. Ramahlah kamu kepada orang-orang yang buruk ahlaknya, mereka akan menjadikan kamu sebagai cerminnya.

7. Jika kamu bisa menasehati dirimu sendiri, pasti nasehatmu bisa diterima manusia.

8. Jika manusia mampu menjaga lidahnya dari perkataan buruk, dia telah melindungi lingkungannya dari kemarahan Tuhan.

9. Manusia yang jujur akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

10. Banyak manusia menyangka buruk kepada manusia lain, padahal pada jiwanya sendiri ada keburukan yang lebih buruk dari manusia lain.

11. Jika kamu bisa mengajak hatimu untuk berbuat baik, maka semua yang ada di sekelilingmu akan katakan kamu orang baik.

12. Semua fitnah itu buruk bagi setiap manusia, akan tetapi manusia itu tidak akan menjadi besar kalau dia tidak bertemu fitnah.

13. Jangan berbuat satu kesalahan kepada orang yang telah berbuat baik kepadamu, karena ada 10 kebaikan yang akan ditutup Allah untuk kamu.

14. Tanda seorang hamba yang baik adalah ridha dengan apa yang diberikan oleh Allah.

15. Janganlah kamu menghancurkan kemuliaan yang kamu miliki hanya karena pandangan yang berbeda.

16. Sifat emosi lebih banyak dimiliki oleh orang-orang yang suka melihat kesalahan orang lain. Dan sebaliknya, sifat sabar lebih banyak dimiliki oleh orang-orang yang suka melihat kebenaran orang lain.

17. Air mata yang kamu keluarkan adalah hanya jawaban atas perbuatan baikmu atau perbuatan burukmu.

18. Jalankan hidupmu dengan banyak berbuat baik kepada manusia walaupun dengan jumlah yang sedikit.

19. Jika burung setiap hari mendengar suara majikannya dan dia bisa menirukannya, bagaimana pula kalau manusia berkumpul dengan orang-orang baik, pasti manusia itu akan menjadi baik.

20. Belajarlah dari kesalahan orang lain, pasti kamu akan menjadi orang besar. Dengan syarat jangan menghina pada orang yang bersalah.

Advertisements

Wajib Lakukan Ini Di Makkah & Madinah

Diajarkan oleh Al Habib Abu Bakar Alattas Azzabidi.

Ketika memasuki tanah harom Makkah lakukanlah hal ini:

  1. Jangan berhenti baca Labbaikallahumma labbaik (hingga habis).
  2. Selalu tanamkan di hati untuk selalu minta ampun pada Allah kalau selama di tanah haram kita tidak beradab padaNya dan Rasulullah.
  3. Ketika minum air zamzam, tawasul buat Sayidina Hamzah bin Hasyim dengan baca Al Fatihah untuk beliau, karena beliau penjaga air zam zam. Sayidina Hamzah adalah sepupu ayahnya Rasulullah, meninggal pada saat perang uhud, ketika pemerintahan Arab Saudi tahun 90-an makam beliau dibongkar karena ada pemindahan, namun jasad beliau masih utuh.
  4. Ingat bahwa Imam Ali bin Abi Thalib lahir di dalam Ka’bah, kita harus berakhlaq kepada ahlul bait.
  5. Banyakin Sholat Qodo, yaitu untuk mengganti sholat-sholat fardu kita yang lalu, baik karena lalai, lupa, sakit, dll. Misalnya setelah Sholat Dzhuhur, lalu sholat lagi dengan niat Sholat Qodo Dzhuhur.
  6. Doa depan ka’bah seperti doa Imam Ali Zaenal Abidin, “Ya Allah ampuni kami, kami hamba yang lemah.” Agar mendapat taufik untuk berbuat baik.
  7. Berfikir yang enak-enak aja, jangan mengeluh atau berkata yang nggak enak, karena nanti akan kejadian.
  8. Terus muta’alaq kepada guru kita, insyaAllah kena berkahnya serta mendapat kemudahan dan keindahan.

 

Saat di Madinah, lakukan ini:

  1. Pertama kali masuk tanah Madinah, banyak bersholawat.
  2. Ucapkan salam pada Rasulullah dan para ahlul bait (keluarga Rasulullah).
  3. Saat masuk hotel, minta maaf pada Rasulullah karena posisi kita berada lebih tinggi dari makam Beliau, tidur dan buang air disana.
  4. Ziarah ke beberapa tempat penting; 1. Jabal Uhud – makam Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutholib (paman Nabi), 2. Baqi – makam Imam Ali Zaenal Abidin, dll.
  5. Saat berdoa di makam Rasulullah, jangan bersuara, cukup dalam hati saja, karena kita tidak pernah tahu suara Rasulullah, sebab dalam Al Qur’an dikatakan suaramu jangan melebihi suara Nabi SAW.
  6. Banyak-banyak minta maaf sama Nabi apabila kurang adab.
  7. Jangan bercanda, ngomong jorok/porno dan kata-kata yang tidak pantas.
  8. Kalau berjalan jangan tutup muka, biarkan wajah kita terkena debu kota Madinah yang merupakan obat.
  9. Tabarukkan (mengambil berkah) debu-debu yang ada di tembok Raudhah dan diusapkan ke seluruh badan.
  10. Membeli barang yang ada di toko yang telah terkena debu suci Madinah.
  11. Jangan putus baca Al Qur’an.
  12. Baca Al Fatehah buat Habib Zein bin Ibrahim bin Smith di Masjid Nabawi, dengan harapan agar dapat berkah & bertemu dengan beliau.

Makanlah apa yang disediakan oleh orang yang baru pulang Haji / Umroh, karena semua makanannya berkah, asalkan yang pergi Haji / Umroh tersebut tidak bermaksiat dari menginjak tanah suci hingga balik ke rumah.

4 doa mustajab:

  1. Orang sakit
  2. Orang yang hendak melahirkan
  3. Orang yang mau menikah
  4. Orang yang mau pergi haji

Semoga setelah melakukan tips di atas akan menambah barokah dan InsyaAllah terjadi hal-hal yang mengagumkan.

Rahasia Hidup Imam Ali

Imam Ali bin Abi Tholib RA berkata:

Kenyamanan tubuh terletak pada sedikitnya makan.
Ketenangan jiwa terletak pada sedikitnya dosa.
Ketenangan hati terletak pada sedikitnya ambisi.
Kenyamanan lisan terletak pada sedikitnya pembicaraan.

Imam Ali bin Abi Tholib RA berkata:

Sebaik-baik dunia dan akhirat terletak pada 5 perkara:

  1. Memiliki jiwa yang kaya
  2. Menahan diri untuk tidak mengganggu orang lain
  3. Mencari yang halal
  4. Bersandang ketakwaan
  5. Berpegangan kepada Allah dalam segala hal

Bagaimana Engkau Memandang Gurumu?

Al Imam Ali bin Hasan Al Athas mngatakan:
ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب، على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك يكون لك ذالك المقدار عند الله من غير شك
“Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab-hijab batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu.”
(Al Manhaj As Sawiy : 217)

Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, “Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yang menyampaikan kekurangan guruku kepadaku.”
(Lawaqih Al Anwaar Al Qudsiyyah : 155)

Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :
عقوق الوالدين تمحوه التوبة وعقوق الاستاذين لا يمحوه شيء البتة
“Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya.”

Habib Abdullah Al Haddad mengatakan, “Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali.”
(Adaab Suluk Al Murid : 54)

Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba-tiba Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara Nabi Khidhir. Maka Nabi Khidhir berkata, “Tidakkah kau mengenalku? Murid itu menjawab, “Ya, aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir.”
Nabi Khidhir, “Kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku?”
Murid itu menjawab, “Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu.”
(Kalam Al Habib Idrus Al Habsyi : 78)

Al Habib Abdullah Al Haddad berkata, “Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, ‘Perintahkan aku ini, berikan aku ini!’, karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya.”
(Ghoyah Al Qashd wa Al Murad : 2/177)

Para ulama ahli hikmah mengatakan, “Barangsiapa yang mengatakan ‘Kenapa?’ kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya.”
(Al Fataawa Al Hadiitsiyyah : 56)

Para ulama hakikat mengatakan, “70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan antara murid dengan gurunya.”

8 Pesan Ibu Pada Anak Lelakinya

  1. Hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.
  2. Jika marah boleh tidak memberi uang, boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jangan bertengkar dengannya dengan membentaknya atau memukulnya.
  3. Diam sajalah jika istrimu sedang marah. Ingatlah ketika khalifah Umar bin Khattab dimarahi istrinya. Umar hanya diam saja tanpa membantah. Kamu bisa bayangkan seorang Umar yang kuat dan perkasa, bahkan setan pun takut bertemu dengannya. Umar diam karena dia mengerti betul betapa beratnya menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya. Masa depan anak-anaknya sangat bergantung pada istrinya, jika istrimu marah maka diam dan dengarkan sajalah.
  4. Jantung rumah adalah seorang istri, jika hati istrimu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian), maka sayangi istrimu agar dia bahagia dan engkau akan merasa seperti di surga.
  5. Besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan, dengan begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.
  6. 2 orang yang tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah, karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.
  7. Di luar banyak wanita idaman melebihi istrimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu, dan mereka telah rela menikah dengan dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita di luar tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain di belakangmu.
  8. Banyak istri yang baik, tapi di luar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu, maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.

10 Kunci Ketenangan Hati

1. TIDAK MEMBENCI & HINDARI PERMUSUHAN
Jangan sekali-kali membenci seseorang walaupun dia berbuat kesalahan kepadamu, tetapi doakan dia untuk berubah menjadi baik. Hidup kita akan selalu merasa aman jika kita tidak punya musuh.

2. TIDAK MENGELUH
Jangan berkeluh kesah! Karena apa yang kita alami adalah sebuah proses untuk kita menjadi lebih dewasa dalam banyak hal, sebaliknya perbanyaklah berdoa kepada Allah.

3. HIDUP SEDERHANA
Hiduplah sederhana walaupun punya kedudukan tinggi dan harta melimpah, karena apa yang kita terima semuanya hanya titipan Allah, kita tidak memiliki apapun.

4. BERPRASANGKA BAIK
Senantiasa berfikir positif meskipun kerap ditimpa musibah, karena dari setiap persoalan, kita akan mendapat hikmah, dan yakin bahwa Allah tidak pernah memberi cobaan melebihi kekuatan kita.

5. SELALU TERSENYUM
Senyumlah walaupun hati terluka karena hinaan orang, karena dia tidak tau apa yang dia perkatakan kepada kita.

6. SELALU MEMBERI
Gemar memberi dan berbagi walaupun kita tidak berlebih, karena sesungguhnya kita hanyalah bendahara Allah di dunia ini, Allah yang memiliki semuanya.

7. BERDOA TANPA SEPENGETAHUAN MEREKA
Jangan lelah dan bosan untuk selalu mendoakan orang yang kita cintai dan semua yang ada di sekeliling kita untuk kebaikan mereka dan tanpa sepengetahuannya, karena ketika kita mendoakan orang lain, sesungguhnya malaikat mendoakan kita.

8. TIDAK DENGKI & IRI HATI
Jangan iri dan dengki dengan kekayaan dan kesuksesan teman-temanmu, karena setiap orang yang menerima lebih akan diminta lebih dalam hidup ini, semuanya sudah Allah tetapkan sesuai porsinya masing-masing.

9. MUDAH MEMAAFKAN
Jangan merasa malas dan gengsi dalam memaafkan kesalahan orang lain, karena terdapat kelegaan dan ketenangan dalam kita memaafkan.

10. BANYAK BERSYUKUR
Selalu ingat nikmat yang Allah berikan pada kita, syukuri semua yang kita punya, walaupun kita tidak sanggup menghitungnya, mulai dari nafas, badan yang utuh, dll, karena dengan itu kita selalu merasa beruntung, dengan bersyukur Allah akan menambah nikmatNya pada kita, oleh karena itu pasti kita akan selalu bahagia.

Detik-Detik Wafat Siti Khadijah

Dari Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al-Hasani.

Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada Allah dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.

PERMINTAAN TERAKHIR

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,

“Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.”

“Jauh dari itu yaa Khadijah. Engkau telah mendukung dakwah Islam sepenuhnya”, jawab Rasulullah.

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.”

Mendengar itu Rasulullah berkata,

“Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.”

Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.

KAIN KAFAN DARI ALLAH

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,

“Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”

Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, “Kenapa, yaa Jibril?”

“Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.”

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,

“Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Maha Mengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?”

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang bisa digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.

Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah.

“Ya Allah, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh, Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”

Tiba-tiba Ali berkata, “Aku, Ya Rasulullah!”

PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,

“Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu.”

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi.

Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makananpun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga.

“Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad?” tanya Rasulullah dengan lembut.

“Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?” lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

“Wahai suamiku. Wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan.” jawab Khadijah.

“Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan. Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu. Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah.”

Karena itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu karena dua orang yang dicintainya, yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib telah wafat.

Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.

Catatan Mutiara Dahlan Iskan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas?

Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar sabar?

Jika setiap do’a kita terus dikabukan, bagaimana kita dapat belajar ikhtiar?

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata.

Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan.

Seorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit.

Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Tuhan tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketulusan.

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar keikhlasan.

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang memaafkan.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan.

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan.

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kemurahan hati.

 

 

 

 

Janji Allah

Ma’qil bin Ubaidillah Al-Jazary rahimahullah mengatakan,

“Barangsiapa yang memperbaiki amalan batinnya, maka Allah akan memperbaiki amalan lahiriyahnya.

Barangsiapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia.

Dan barangsiapa yang memberi perhatian terhadap urusan akhiratnya, maka Allah akan mencukupkan urusan dunianya.”

(Mausu’ah Ibnu Abid Dunya: 1/177)

Puasa Arofah & Tarwiyah

MAKNA

Puasa sunah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim sedunia, agar kita dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jama’ah haji. Namun, bagi jamaah haji sendiri haram hukumnya untuk berpuasa di hari Arafah 9 Dzulhijjah.

Adapun yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah (mengetahui) puasa yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari pada saat jama’ah haji melakukan wukuf dipadang Arafah.

Dan puasa Tarwiyah adalah (merenung atau berpikir) puasa yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni 8 Dzulhijjah, 1 hari sebelum hari wukuf.

KEUTAMAAN

Adapun keutamaan puasa sunah Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arafah (9 Dzulhijjah) bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji, berdasarkan beberapa hadist Nabi Muhammad SAW adalah:

1. Barang siapa yang menjalankan puasa Tarwiyah akan dihapus dosa satu tahun yang lalu.

2. Sedangkan yang berpuasa di hari Arafah akan dihapus dosa dua tahun (1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang).

3. Dan yang melaksanakan dua puasa ini akan dianugrahi oleh Allah SWT dengan 10 macam kemuliaan, yaitu:

  1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.
  2. Allah akan menambah harta.
  3. Allah akan menjamin kehidupan rumah tangganya.
  4. Allah akan membersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.
  5. Allah akan melipat gandakan amal dan ibadahnya.
  6. Allah akan memudahkan kematiannya.
  7. Allah akan menerangi kuburnya selama di alam Barzah.
  8. Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.
  9. Allah akan menyelamatkannya dari kejatuhan kedudukan di dunia ini.
  10. Allah akan menaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.

NIAT

Niat Puasa Tarwiyah:

ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﺗﺮﻭﻳﻪ ﺳﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

“Naiwaitu sauma tarwiyah sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Niat Puasa Arafah:

ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﺳﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.

“Naiwaitu sauma arafah sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Doa Arofah