4 Hal Yang Disembunyikan Allah

Oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus.

Kalam Al-Imam Ja’far As-Shodiq RA:

Allah menyembunyikan empat hal di dalam empat hal:

1. Allah menyembunyikan ridho-Nya di dalam ketaatan, maka jangan engkau remehkan amal kebaikan sekecil apa pun itu. Karena siapa tahu, Allah memberikan ridho-Nya karena amal tersebut.

2. Allah menyembunyikan murka-Nya di dalam dosa kemaksiatan, maka jangan engkau remehkan kemaksiatan sekecil apa pun. Karena siapa tahu, Allah akan murka kepadamu karena kemaksiatan tersebut.

3. Allah menyembunyikan pengabulan doa di dalam lisan hamba-Nya, maka jangan remehkan doa dari siapa pun doa itu berasal. Karena engkau tidak tahu, dari lisan siapa Allah akan menjawab doa dan permohonanmu.

4. Allah menyembunyikan wali-Nya di dalam diri hamba-Nya, maka jangan kau remehkan setiap orang yang kau temui. Karena siapa tahu, dia adalah salah satu wali Allah yang mulia.

Membuat Anak Agar Rajin Sholat

Anak anda tidak mau sholat? Atau mereka sampai membuat anda capek saat mengingatkan untuk sholat?

Bagaimana membuat anak-anak anda sholat dengan kesadaran mereka sendiri tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan?

Salah seorang akhwat berkisah, “Aku akan menceritakan satu kisah yg terjadi padaku. Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD. Sholat baginya adalah hal yg sangat berat, sampai-sampai suatu hari aku berkata kepadanya: “Bangun!! Sholat!”, dan aku mengawasinya. Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian melemparkannya ke lantai. Kemudian ia mendatangiku.

Aku bertanya kepadanya, “Apakah kamu sudah sholat?” Ia menjawab, “Sudah.” Kemudian aku menamparnya.  Aku tahu aku salah tetapi kondisinya memang benar-benar sulit, aku menangis. Aku benar-benar marah padanya, aku rendahkan dia dan aku menakut-nakutinya akan siksa Allah. Tapi, ternyata semua kata-kataku itu tidak ada manfaatnya.

Suatu hari, seorang sahabatku bercerita suatu kisah. Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya (seorang yg biasa-biasa saja dari segi agama), tapi ketika datang waktu sholat, semua anak-anaknya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah.

Ia berkata, “Aku berkata padanya, ‘Bagaimana anak-anakmu bisa sholat dengan kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan?’ Ia menjawab: ‘Demi Allah, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan doa ini, dan sampai saat ini pun aku masih tetap berdoa dengan doa tersebut.’ Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dengan doa ini, dalam sujudku, saat sebelum salam, ketika Witir dan di setiap waktu-waktu mustajab. Demi Allah, wahai saudara-saudaraku, anakku saat ini telah duduk di bangku SMA. Sejak aku memulai berdoa dengan doa itu, anakkulah yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk sholat. Dan adik-adiknya, Alhamdulillah, mereka semua selalu menjaga sholat. Sampai-sampai saat ibuku berkunjung dan menginap di rumah kami, ia tercengang melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat. Aku tahu anda semua penasaran ingin mengetahui doa apakah itu? Doa ini ada di QS. Ibrahim: 40, yang artinya:

Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat. Ya Robb kami, perkenankanlah doaku.

Ya, doa. Sebagaimana anda semua tahu bahwa doa adalah senjata seorang mukmin.”

11 Kebiasaan Cara Didik Anak Para Salaf Bani ‘Alawi

Oleh Sayyid Muhammad Abdullah Muhammad Alhaddar (Ribat Alhaddar Yemen)

  1. Ibu ketika menyusui sambil membaca Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas dan mengulang-ulang bacaan.
  2. Pertama kali yang diajarkan ke anak ketika baru bisa bicara: “Rodiina billahi robba wa bil islami diina wa bil muhammadin nabiyya.” Artinya: Aku ridho Allah sebagai Tuhanku dan Islam agamaku dan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rosulku.
  3. Mengajak keluar anak-anak kecil ketika waktu malam yang terakhir (sebelum subuh) ke masjid agar menjadi kebiasaan.
  4. Sebelum memasuki bulan-bulan berkah seperti Ramadhan, mereka mengumpulkan anak-anak mereka dan bertanya kepada mereka, “Apa amalan yg akan kalian kerjakan di bulan yg berkah ini?” Seperti membaca Al Qur’an, dzikir, sedekah, dll.
  5. Mereka mengajari anak-anak mereka niat-niat yang baik sebagaimana mengajari mereka surat Al Fateha.
  6. Mereka mengadakan majelis ilmu di rumah dan berkumpul semua yang di rumah harian atau mingguan, mereka membaca sedikit dari Al Qur’an (tadarus) dan kitab hadist dan fiqih. Mereka menutup majelis dengan doa dan solawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  7. Ketika masuk baligh anak mereka, mereka memberi tahu anaknya kalau sudah Mukallaf dan sekarang dua Malaikat akan mencatat kebaikan dan kejelekan dan menulis ucapan dan perbuatannya, dan hal itu diadakan perayaan yang dihadiri ulama’.
  8. Mereka tidak menunda pernikahan anak-anak mereka setelah baligh, karena khawatir terjerumus kepada kemaksiatan.
  9. Mereka mengajari anak-anak dengan berdoa memohon kepada Allah dalam setiap keadaan, maka apabila anaknya ingin sesuatu dari orangtuanya, mereka berkata kepada anaknya wudhu’lah, sholat 2 rokaat dan mintalah kepada Allah hajat-hajatmu. Setelah Sholat, orangtua memberikan yang anak minta seraya berkata, “Sungguh Allah yang mengabulkan doamu”.
  10. Mereka membagi tugas kepada setiap anak, ada yang tugas belanja ke pasar, ada yang menyapu rumah, ada yang tugas melayani tamu dan mengambil air, dll.
  11. Mereka lebih banyak memperhatikan pembelajaran putri-putri mereka daripada yang laki-laki karena anak perempuan tidak keluar rumah.

Nasehat Luqman Al Hakim

Satu-satunya manusia yang bukan Nabi, bukan pula Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur’an adalah Luqman Al Hakim. Kenapa? Tak lain adalah karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hidup:

“Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran & kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan & kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir.

“Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar & menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya & menikmatinya.”

“Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan (pesta berlebihan). Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu.”

“Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku jg sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya.”

“Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.”

“Anakku, aku sudah mengalami penderitaan & bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang.”

“Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para Nabi. Kalimat itu adalah:

  1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik
  2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu
  3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu
  4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu
  5. Ingatlah Allah selalu
  6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu
  7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain
  8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu”

Rahasia Kebahagiaan

Oleh Syech Asy Syinqithi

Wejangan Syech Asy Syinqithi pada anaknya:

Wahai ananda, ulangi terus membaca Alquran, jangan sampai melupakannya. Pada hari kiamat kelak akan ada acara penghargaan yang tidak sama dengan acara-acara di dunia. Oleh karena itu jangan sampai salah, padahal sudah disampaikan kepadamu “Bacalah, naiklah dan tartilkanlah.. ”

Duduklah bersama ulama dengan akalmu.

Duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu.

Duduklah bersama teman dengan etikamu.

Duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu.

Duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu.

Jadilah teman Allah dengan mengingat-Nya.

Jadilah teman bagi dirimu sendiri dengan nasihatmu‎.

‎Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu, karena di langit ada yang mengapresiasinya.

Kehidupan kita itu ibarat bunga mawar, disamping memiliki keindahan yang membuat kita bahagia, juga memiliki duri yang membuat kita tersakiti‎.

‎Apa yang ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu, meskipun kamu tidak ada daya.

Sebaliknya apa yang bukan milikmu, kamu tidak akan mampu meraihnya dengan kekuatanmu.

Tidak seorangpun yang memliki sifat sempurna selain Allah, oleh karena itu berhentilah dari menggali aib orang lain.

Kesadaran itu pada akal, bukan pada usia. Umur hanyalah bilangan harimu, sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu.

Berlemah lembutlah ketika bicara dengan orang lain, setiap orang merasakan derita hidupnya masing-masing, sedangkan kamu tidak mengetahuinya.

Peran Ibu Mempengaruhi Kesuksesan Anak

 

Jika kau menjadi seorang ibu, jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya.

Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar. Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.

Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain. Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu. Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.

Jika kau menjadi seorang ibu, jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah.

Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab. Ia tidak lain adalah Imam Ahmad.

Jika kau menjadi seorang ibu, jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya seperti Ummu Habibah. Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya.

Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya :

“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaan-Mu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna”.

Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya: Imam Syafi’i.

Jika kau menjadi seorang ibu, jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman.

Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu. Ia berkata pada anaknya, “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram”.

“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah Imam Masjidil haram”, sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan. Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi Imam Masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais.

Jika kau menjadi seorang ibu, jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses. Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu, seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamar anak itu.

Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri. Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor. Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia. Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999.

Cara Bersalaman Dan Cium Tangan

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus

1. Cara bersalaman yang benar:

  • Bagian pangkal dari jempol dan telunjuk, antara 2 orang yang bersalaman, harus menyatu. Karena disana terletak urat yang sampai ke hati.
  • Bersalaman adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Karena “Salaman kalian akan menghilangkan kekesalan”.
  • Kemudian letakkan telapak tangan yang bersalaman tadi ke bibir lalu hati/dada.
  • Tidak berlaku untuk salaman yang bukan mahromnya.

2. Letakkan telapak atas tangan yang akan dicium ke bibir kita. Bukan ke jidat, bukan ke pipi, bukan pula ke hidung.

Cara Mendoakan Anak

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus

  1. Jangan mendoakan buruk pada anak, seperti mengeluarkan sumpah serapah. Bila anak berlaku yang tidak kita inginkan, cukup bilang: “Allah yah dik” = semoga engkau mendapat hidayah.
  1. Doakan selalu anak untuk hal-hal yang baik. Karena doa orang tua itu mustajab.
  1. Dikisahkan ada seorang ibu yang sedang mengandung anaknya, jika berdoa: “Ya Allah jika anak yang dikandung ini membawa kemudharatan, maka kembalikan lagi dia pada-Mu”. Dan jika pada saat lahir anak tersebut meninggal, maka orang tersebut walau bersedih, tapi tetap berkata “Alhamdulilah ‘ala kuli hal”.
  1. Titipkan anak kita pada Allah sebagai sebaik-baiknya penjagaan. Dengan cara:
    • Setiap anak akan pergi keluar rumah, biasakan agar dia membaca doa: “Bismillahi Amantu billah tawakaltu allallah laa haula wa laa quata illa billahil ‘aliyyil adzim”.
    • Kemudian orang tua berdoa: “Istauda’ tukallah” (untuk anak laki-laki) atau “Istauda’ tukillah” (untuk anak perempuan) = aku menitipkanmu pada Allah.
    • Anak menjawab: “Qobiltul wada’ah” = saya terima penitipan itu.
    • Cium anak di kening, tengah-tengah dua belah mata, dan sebaliknya dari anak ke orang tua.
  1. Ritual yang biasa dicontohkan oleh Ustadzah Halimah dari ayahnya, yaitu Sebelum berangkat sekolah, ayahnya meletakkan tangannya diubun-ubun Ustadzah Halimah dan berdoa: “Barokallahu fik”, lalu meniup ubun-ubunnya 3x. Agar senantiasa jadi anak yang selalu beruntung, pintar & selamat.

Nasehat Habib Abu Bakar Assegaf Solo

MAJELIS TAKLIM

Ketahuilah, baju kalian yang mengenalkan kalian, yang mana jalan yang baik dan yang mana jalan yang buruk. Sebagai contoh: Kalian jika memakai pakaian para salaf kalian, apakah kalian akan masuk ke tempat orang yang lupa kepada Allah? Tidak mungkin! Jadi, yang mencegah kalian duduk dengan mereka adalah baju. Sedangkan jika kalian pakai pakaian selain pakaian salaf kalian dan kalian meninggalkan perangai mereka, lalu kalian melewati Majelis Ilmu atau Rauhah, apa kalian akan hadir dan masuk ke majelis-majelis mereka? Tidak mungkin! Dan, yang menjadi penyebab penghalang kalian pada tempat yang baik adalah baju.

Kalian wahai pemuda, tidak akan mengerti Tawadlu’ kecuali jika kalian hadir semisal majelis ini (Majelis Ta’lim), akan tetapi selagi kalian lari dan melarikakan diri dari majelis-majelis yang kalian lihat, kalian tidak akan mendapatkan apa-apa khususnya kalian wahai para pemuda.

Keberkahan suatu Majelis itu ada pada adab, sebaiknya yang hadir menjaga adab. Adab adanya di hati.

 

DZIKIR

Dzikir adalah penghasil sebuah cahaya dalam hati. Dan di kala berdzikir terkadang terdapat rasa panas yang di hasilkan oleh sebab darah yang dimasak dan dibersihkan. Tatkala sudah bersih maka dengan mudah bertempat cahaya-cahaya tersebut pada tempatnya.

Hendaknya seseorang tidak meninggalkan dzikir walaupun dalam keadaan bekerja atau dalam rutinitasnya. Karena berdzikir memungkinkan untuk di lakukan dalam hal tersebut berbeda dengan amal-amal yang lain, perlu waktu dan batas yang khusus. Ketahuilah, hati jika kosong dari dzikir menjadi gelap, sebab hati yang sepi dari dzikir seperti rumah yang tidak ada lampunya. Dzikir adalah pendekat kalian kalian kepada Allah Ta’laa. Setiap dzikir memiliki pancaran cahaya yang sangat terang dalam hati juga sangat memberikan bekas dalam menerangi hati.

Jika seseorang menambah atau mengurangi jumlah hitungan atau menambah dalam doa yang sudah di tentukan, maka tidak akan mendapatkan kekhususan dari wirid atau doa tersebut. Karena doa atau wirid seperti kunci jika di tambah atau di kurangi gigi kuncinya, tidak akan dapat di gunakan membuka pintu.

Siapa saja dalam keadaan penuh kesusahan dan dalam kesempitan atau kesumpekan serta banyak pikiran hendaknya melazimi doa ini: ‘Laisa lahaa minduunillahi kaasyifa’ 100x. Ketahuilah barangsiapa yang rajin membacanya insya Allah hilang semua rasa sumpek dan Allah akan ganti dengan kelapangan, ketenangan, jalan keluar serta kebahagian.

 

MASJID ASSEGAF SOLO

Allah, Allah Fil Masjidi Seggaf, Solo! Kalian jaga dan makmurkan dengan sholat jamaah. Ketahuilah adanya masjid ini adalah ni’mat bagi kalian wahai penduduk Solo. Tidak ada masjid yang seperti Masjid Seggaf ini, karena mendapat kekhususan dari Nabi SAW. Ketika kita putus asa dan ada rasa malas dalam membangunnya, Nabi SAW berkata: ‘Bangkit dan bangunlah karena aku ikut serta bersamamu.’

 

SESAMA MUSLIM

Selagi penduduk daerah atau desa saling menyambung tali silaturahmi dan saling menanamkan rasa kasih sayang, tidak ada pertikaian di antara mereka, tidak saling hasud dan membenci. Maka semua bala’ yang harus turun tertahan di antara langit dan bumi bertahan bertahun-tahun.

Sebagai gantinya di taburkan keberkahan dalam kehidupan mereka berkah dari rasa kasih sayang mereka. Akan tetapi, jika mereka saling membenci dan hasud di antara mereka maka menjadi penyebab jebolnya dinding penahan antara mereka dan bala’ tersebut. Maka segala macam musibah dan mala petaka silih berganti menghujani mereka, karena jika turun bala’ rata semua terkena, tapi rahmat khusus.

Dalam bersahabat hendaknya saling menjatuhkan haknya atas orang lain. Jangan sekali-kali meminta hak persahabatanya terhadap teman, jika ada hal ini maka persahabatan kalian akan kekal dan akan timbul rasa saling bahu membahu.

 

JANGAN MALU UNTUK 3 HAL

Tiga perkara yang sepatutnya manusia tidak peduli dan tidak merasa malu pada siapapun:

  • Suatu majelis yang tidak cocok dengannya maka berdirilah dan jangan kalian hadiri.
  • Makanan yang berbahaya, jangan kau makan.
  • Jika berkata seorang guru atau orang terkemuka padamu di suatu majelis: “Masuklah atau majulah kedepan!” Atau apapun perintah yang serupa dengan itu, maka jangan sampai kamu berkata,”Yang lain saja, masih ada yang lebih mulia dariku.” Akan tetapi, taati perkataan mereka karena seorang guru atau orang yang terkemuka mereka lebih tahu siapa yang pantas ke depan.”

 

IKHLAS

Ditanyakan kepada sebagian orang bijak: “Siapakah yang disebut sebagai orang yang ikhlas?”

Beliau menjawab: ” Orang yang ikhlas yaitu orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan kejelekan-kejelekannya.”

Ditanyakan kepada sebagian yang lainnya: “Apakah puncaknya ikhlas?”

Beliau menjawab: “Yaitu apabila dia beramal tidak menyukai pujian dari orang lain.”

Keyakinan Dan Amalan

Oleh Hubabah Huda Al Jailani Tarim Yamen (Ummu Islam)

Sesuatu yang dilihat dengan nilai keimanan seseorang. Dengan keyakinan seseorang itu akan ridho dan tidak marah-marah. Dengan keyakinan, maka tak akan ada perasaan syak dan ragu.

Amalkan Ratib Al Haddad. Kerapkan baca wirid sebagai pendinding. Didiklah anak-anak juga dan bacakan untuk mereka . Banyak bertafakkur (merenung), yakni mengaitkan semua kejadian antara langit dan bumi dengan sang pencipta.

Perbanyakkan kalimat Laa ilaha ilallah 2000x sehari secara istiqomah. InsyaAllah akan diberi kekuatan iman. Syaitan akan usaha menghasut kita supaya menghentikannya. Akan tetapi setelah 40 hari istiqomah, kita akan memperoleh kemenangan.

2000× Laa ilaha ilallah bisa diganti Laa ilaha ilallah muhammad rasullullah sollallahu ‘alaihi wassalam 200×.