Cara Mendoakan Anak

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus

  1. Jangan mendoakan buruk pada anak, seperti mengeluarkan sumpah serapah. Bila anak berlaku yang tidak kita inginkan, cukup bilang: “Allah yah dik” = semoga engkau mendapat hidayah.
  1. Doakan selalu anak untuk hal-hal yang baik. Karena doa orang tua itu mustajab.
  1. Dikisahkan ada seorang ibu yang sedang mengandung anaknya, jika berdoa: “Ya Allah jika anak yang dikandung ini membawa kemudharatan, maka kembalikan lagi dia pada-Mu”. Dan jika pada saat lahir anak tersebut meninggal, maka orang tersebut walau bersedih, tapi tetap berkata “Alhamdulilah ‘ala kuli hal”.
  1. Titipkan anak kita pada Allah sebagai sebaik-baiknya penjagaan. Dengan cara:
    • Setiap anak akan pergi keluar rumah, biasakan agar dia membaca doa: “Bismillahi Amantu billah tawakaltu allallah laa haula wa laa quata illa billahil ‘aliyyil adzim”.
    • Kemudian orang tua berdoa: “Istauda’ tukallah” (untuk anak laki-laki) atau “Istauda’ tukillah” (untuk anak perempuan) = aku menitipkanmu pada Allah.
    • Anak menjawab: “Qobiltul wada’ah” = saya terima penitipan itu.
    • Cium anak di kening, tengah-tengah dua belah mata, dan sebaliknya dari anak ke orang tua.
  1. Ritual yang biasa dicontohkan oleh Ustadzah Halimah dari ayahnya, yaitu Sebelum berangkat sekolah, ayahnya meletakkan tangannya diubun-ubun Ustadzah Halimah dan berdoa: “Barokallahu fik”, lalu meniup ubun-ubunnya 3x. Agar senantiasa jadi anak yang selalu beruntung, pintar & selamat.

Nasehat Habib Abu Bakar Assegaf Solo

MAJELIS TAKLIM

Ketahuilah, baju kalian yang mengenalkan kalian, yang mana jalan yang baik dan yang mana jalan yang buruk. Sebagai contoh: Kalian jika memakai pakaian para salaf kalian, apakah kalian akan masuk ke tempat orang yang lupa kepada Allah? Tidak mungkin! Jadi, yang mencegah kalian duduk dengan mereka adalah baju. Sedangkan jika kalian pakai pakaian selain pakaian salaf kalian dan kalian meninggalkan perangai mereka, lalu kalian melewati Majelis Ilmu atau Rauhah, apa kalian akan hadir dan masuk ke majelis-majelis mereka? Tidak mungkin! Dan, yang menjadi penyebab penghalang kalian pada tempat yang baik adalah baju.

Kalian wahai pemuda, tidak akan mengerti Tawadlu’ kecuali jika kalian hadir semisal majelis ini (Majelis Ta’lim), akan tetapi selagi kalian lari dan melarikakan diri dari majelis-majelis yang kalian lihat, kalian tidak akan mendapatkan apa-apa khususnya kalian wahai para pemuda.

Keberkahan suatu Majelis itu ada pada adab, sebaiknya yang hadir menjaga adab. Adab adanya di hati.

 

DZIKIR

Dzikir adalah penghasil sebuah cahaya dalam hati. Dan di kala berdzikir terkadang terdapat rasa panas yang di hasilkan oleh sebab darah yang dimasak dan dibersihkan. Tatkala sudah bersih maka dengan mudah bertempat cahaya-cahaya tersebut pada tempatnya.

Hendaknya seseorang tidak meninggalkan dzikir walaupun dalam keadaan bekerja atau dalam rutinitasnya. Karena berdzikir memungkinkan untuk di lakukan dalam hal tersebut berbeda dengan amal-amal yang lain, perlu waktu dan batas yang khusus. Ketahuilah, hati jika kosong dari dzikir menjadi gelap, sebab hati yang sepi dari dzikir seperti rumah yang tidak ada lampunya. Dzikir adalah pendekat kalian kalian kepada Allah Ta’laa. Setiap dzikir memiliki pancaran cahaya yang sangat terang dalam hati juga sangat memberikan bekas dalam menerangi hati.

Jika seseorang menambah atau mengurangi jumlah hitungan atau menambah dalam doa yang sudah di tentukan, maka tidak akan mendapatkan kekhususan dari wirid atau doa tersebut. Karena doa atau wirid seperti kunci jika di tambah atau di kurangi gigi kuncinya, tidak akan dapat di gunakan membuka pintu.

Siapa saja dalam keadaan penuh kesusahan dan dalam kesempitan atau kesumpekan serta banyak pikiran hendaknya melazimi doa ini: ‘Laisa lahaa minduunillahi kaasyifa’ 100x. Ketahuilah barangsiapa yang rajin membacanya insya Allah hilang semua rasa sumpek dan Allah akan ganti dengan kelapangan, ketenangan, jalan keluar serta kebahagian.

 

MASJID ASSEGAF SOLO

Allah, Allah Fil Masjidi Seggaf, Solo! Kalian jaga dan makmurkan dengan sholat jamaah. Ketahuilah adanya masjid ini adalah ni’mat bagi kalian wahai penduduk Solo. Tidak ada masjid yang seperti Masjid Seggaf ini, karena mendapat kekhususan dari Nabi SAW. Ketika kita putus asa dan ada rasa malas dalam membangunnya, Nabi SAW berkata: ‘Bangkit dan bangunlah karena aku ikut serta bersamamu.’

 

SESAMA MUSLIM

Selagi penduduk daerah atau desa saling menyambung tali silaturahmi dan saling menanamkan rasa kasih sayang, tidak ada pertikaian di antara mereka, tidak saling hasud dan membenci. Maka semua bala’ yang harus turun tertahan di antara langit dan bumi bertahan bertahun-tahun.

Sebagai gantinya di taburkan keberkahan dalam kehidupan mereka berkah dari rasa kasih sayang mereka. Akan tetapi, jika mereka saling membenci dan hasud di antara mereka maka menjadi penyebab jebolnya dinding penahan antara mereka dan bala’ tersebut. Maka segala macam musibah dan mala petaka silih berganti menghujani mereka, karena jika turun bala’ rata semua terkena, tapi rahmat khusus.

Dalam bersahabat hendaknya saling menjatuhkan haknya atas orang lain. Jangan sekali-kali meminta hak persahabatanya terhadap teman, jika ada hal ini maka persahabatan kalian akan kekal dan akan timbul rasa saling bahu membahu.

 

JANGAN MALU UNTUK 3 HAL

Tiga perkara yang sepatutnya manusia tidak peduli dan tidak merasa malu pada siapapun:

  • Suatu majelis yang tidak cocok dengannya maka berdirilah dan jangan kalian hadiri.
  • Makanan yang berbahaya, jangan kau makan.
  • Jika berkata seorang guru atau orang terkemuka padamu di suatu majelis: “Masuklah atau majulah kedepan!” Atau apapun perintah yang serupa dengan itu, maka jangan sampai kamu berkata,”Yang lain saja, masih ada yang lebih mulia dariku.” Akan tetapi, taati perkataan mereka karena seorang guru atau orang yang terkemuka mereka lebih tahu siapa yang pantas ke depan.”

 

IKHLAS

Ditanyakan kepada sebagian orang bijak: “Siapakah yang disebut sebagai orang yang ikhlas?”

Beliau menjawab: ” Orang yang ikhlas yaitu orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan kejelekan-kejelekannya.”

Ditanyakan kepada sebagian yang lainnya: “Apakah puncaknya ikhlas?”

Beliau menjawab: “Yaitu apabila dia beramal tidak menyukai pujian dari orang lain.”

Keyakinan Dan Amalan

Oleh Hubabah Huda Al Jailani Tarim Yamen (Ummu Islam)

Sesuatu yang dilihat dengan nilai keimanan seseorang. Dengan keyakinan seseorang itu akan ridho dan tidak marah-marah. Dengan keyakinan, maka tak akan ada perasaan syak dan ragu.

Amalkan Ratib Al Haddad. Kerapkan baca wirid sebagai pendinding. Didiklah anak-anak juga dan bacakan untuk mereka . Banyak bertafakkur (merenung), yakni mengaitkan semua kejadian antara langit dan bumi dengan sang pencipta.

Perbanyakkan kalimat Laa ilaha ilallah 2000x sehari secara istiqomah. InsyaAllah akan diberi kekuatan iman. Syaitan akan usaha menghasut kita supaya menghentikannya. Akan tetapi setelah 40 hari istiqomah, kita akan memperoleh kemenangan.

2000× Laa ilaha ilallah bisa diganti Laa ilaha ilallah muhammad rasullullah sollallahu ‘alaihi wassalam 200×.

Lisan

Oleh Ustadzah Ni’mah Barakwan

Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra pernah meletakkan batu ke dalam mulutnya untuk mencegah dari pembicaraan yang tidak berguna. Beliau mengisyaratkan kepada lisannya dan berkata: “Inilah yang memasukkan aku di tempat yang baik atau tempat yang buruk.”

Ketika Sayyidina Abu Bakar Ra wafat, beliau terlihat dalam mimpi salah seorang sahabat. Kemudian di katakan kepada beliau: “Ke tempat mana engkau di masukkan oleh lisanmu?” Sayyidina Abu Bakar RA menjawab: “Aku ucapkan Laa Ilaha Illa Allah dengan tulus, maka ia masukkan aku ke dalam Syurga.” (Syarh Muroqil ‘Ubudiyyah/70)

“Lisan merupakan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Lisan merupakan anggota badan manusia yang cukup kecil jika dibandingkan anggota badan yang lain. Akan tetapi, ia dapat menyebabkan pemiliknya ditetapkan sebagai penduduk surga atau bahkan dapat menyebabkan pemiliknya dilemparkan ke dalam api neraka.” – Ustadz Husin Nabil

Menyenangkan Sesama Muslim

Oleh Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz

 Beliau mengutip salah satu hadis Nabi SAW, bahwa:

“Membuat gembira seseorang saudara muslimmu itu, saudara seimanmu kau senangkan, kau gembirakan entah dengan makanan entah dengan bantuan atau lainnya walupun hanya dengan senyum dan sapa itu lebih mulia pahalanya daripada dua puluh tahun beri’tikaf di masjidku ini, yaitu Masjid Madinatul Munawwarah Masjidinnabawi.“

Kenapa? Karena Allah menyukai hati hamba yang bersifat baik kepada hamba yang lainnya. Allah paling mencintai hamba yang paling baik, makin baik hamba maka makin cinta Allah kepadanya.

Sikap Kita Pada Pelaku Maksiat

Oleh Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Aljufri 

Jangan memandang sebelah mata orang yang berbuat maksiat. Jangan merasa kita lebih bermartabat dibandingkan dengan mereka. Kita cela perbuatan maksiat mereka, bukan orangnya.

Mereka tidak boleh kita anggap rendah dan tercela, kita juga tidak boleh sombong kepada mereka. Boleh jadi, suatu malam ia dilihat Allah, lalu menjadi seorang wali yang dicinta Allah.

Sementara amalmu yang tidak seberapa, karena engkau sombongkan, dihapus Allah dan engkau jadi tidak punya apa-apa. Bahkan, boleh jadi imanmu dicabut, dan engkau tidak diterima lagi untuk menghadap-Nya.

Nasehat Alhabib Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih

Houl Al Ustadzul Imam Al Qutb Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih & Al Imam Al Hafidz Al Musnid Al Habib Abdulloh bin Abdul Qodil BilFaqih Malang.

  1. Sesungguhnya bukan banyaknya ilmu yang kami cari, tapi hakekatnya yang kami cari adalah akhlaq dan budi pekerti, karena syari’at Islam itu berdasarkan adab dan budi pekerti yang luhur.
  1. Saat kita mencari ilmu, kita bisa mendapatkannya dalam kitab dan buku. Namun saat kita mencari berkah, tidaklah kita mendapatkannya kecuali dengan dekatnya kita kepada orang-orang sholeh. Sedangkan dekat dengan mereka, modalnya dengan hati yang bersih (orang yang mengenal ilmu itu banyak, sedangkan orang yang memiliki berkah itu sedikit, dan orang yang memiliki ilmu dan keberkahan itu lebih sedikit lagi).
  1. Bukan dinamakan hidup bagi seseorang yang tidak mengenal Allah dan Rasul-Nya, serta tidak mengenal ajarannya.
  1. Sebarluaskan ajaran Islam dimanapun engkau berada dengan membawa bekal ilmu.
  1. Budi pekerti adalah bagian dari agama.
  1. Janganlah pernah terlintas dalam hatimu untuk berburuk sangka pada wali-wali Allah.

Syuhada

Oleh Alhabib Abdullah Bilfaqih

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rejeki.” (QS. Ali ‘Imran: 169)

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya diantara hamba Allah ada sekelompok manusia yang bukan Nabi dan bukan Syuhada’. Mereka dikelilingi oleh para Nabi dan Syuhada’ di hari kiamat karena kedudukannya di sisi Allah.”

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, kabarkan kami siapa mereka?”

Rasulullah SAW menjawab: “Mereka adalah kaum yang saling mencintai dengan ruh Allah (ulama menafsiri: Al-Qur’an) tanpa hubungan keluarga antara mereka dan tanpa uang yang diberikan pada mereka. Demi Allah, sungguh wajah mereka adalah cahaya dan mereka di atas cahaya. Mereka tidak takut saat manusia ketakutan. Mereka tidak susah saat semua manusia diterpa kesusahan.”

Lalu Rasulullah SAW membaca: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (HR. Abu Dawud No. 3527 dari Umar bin Khattab)

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (QS. Yunus: 62-64)

“Sesungguhnya Allah berfirman: “Barangsiapa yang memusuhi seorang wali maka Aku mengizinkan berperang. Tidak ada seorang hamba yang mendekatkan diri kepada-Ku yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku tiada berhenti mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangan yang dipukulnya, langkah kakinya. Dan jika ia meminta, maka sungguh Aku kabulkan, dan jika ia berlindung kepada-Ku, niscaya Aku lindungi.” (HR. Al-Bukhari) 

Pemilihan Nama Anak

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Baguskanlah nama-nama anakmu dengan arti yang baik, agar membawa sugesti yang baik pada anak tersebut dan karena akan dipanggil nama mereka di hari akhir. Dan saat kita panggil mereka, kita sedang mendoakan dia.

Memberi nama anak karena 2 alasan:

  1. Tafaulan / Sugesti

Memberi nama yang diharapkan menjadi sesuai artinya.

Contohnya:

Faiz = seseorang yang beruntung

Faizah = perempuan yang beruntung

Abdullah = hamba Allah

  1. Tabarukan / Cari Berkah

Memberi nama seperti orang-orang sholeh/baik sebelum kita, agar sama baik seperti mereka. Mengambil berkah dari namanya. Tidak peduli apa artinya yang penting sama sifat dan nasibnya dengan orang sholeh tersebut.

Contohnya:

Fatimah

Abu Bakar

Uwais Al Qorni

Cara memanggil nama anak.

Jika sudah memberi nama anak yang baik, jangan panggil dia dengan nama buruk atau tidak berarti.

Contohnya:

Abdullah, malah dipanggil Dul

Muhammad, malah dipanggil Mamat

Khodijah, malah dipanggil Ijah

Sidah (dari saida – siddi – sidah = tuan putri = wanita terhormat), malah dipanggil Ida

Budaya orang arab malah memanjangkan nama panggilan, bukan memendekannya, dan menjadi lebih bagus.

Contohnya:

Muhammadd dipanggil Hamudi = Muhammad kecilku

Halimah dipanggil Halumi = Halimah kecilku

Fatimah dipanggil Fatimu = Fatimah kecilku

Khodijah dipanggil Khoduji

Nur dipanggil Nuairi

Aisyah dipanggil Aisyuni, kalau Rosulullah memanggilnya Yaa Aisy = wahai hidupku (dilihat dari artinya)

Banyak Hadist sekitar menamakan anak, antara lain yang terkenal:

  1. Berilah nama anak laki-lakimu seperti namaku dan jangan kau pukul dia. Artinya agar mengingat Rasulullah
  2. Sebaik-baik nama disisi Allah adalah Abdullah & Abdurrahman (untuk laki-laki)

Sunnah kasih nama sesudah lahir. Sebaik-baiknya pada hari ke 7 dihitung sejak hari lahiran, bukan 7 hari setelah lahir. Misalnya lahir di Selasa, maka Aqiqah dan pemberian nama anak di hari Senin.

Aqiqah adalah sembelih hewan kurban sebagai tanda wujud syukur pada Allah atas karunia yang diberikan, hukumnya sunnah mu’akad, dilakukan setelah lahiran jika mampu, kalau belum mampu bisa ditunda hingga mampu.

Pilih kambing umur 2 tahun, tidak cacat, jantan/betina. Jauh lebih baik beri makan orang dalam bentuk masakan dibanding membagikan daging mentah, sebaiknya kambing dimasak yang manis-manis, seperti semur, kambing kecap, dll.

Sunnah aqiqah: gundul licin baik bayi perempuan maupun laki-laki. Lalu rambut ditimbang dan sedekah dengan emas seberat timbangan rambut bayi, misalnya berat rambut 2 gram x Rp 500.000/gram emas = Rp 1.000.000 ialah total yang disedekahkan, jika tidak mampu hargakan berat timbangan rambut dengan perak.

Yang Wajib Dilakukan Pada Bayi Baru Lahir

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

  1. Menjelang melahirkan, bacakan surat Al Baqarah pada ruang persalinan & ruang setelah melahirkan, agar dijaga Allah dan tidak ada setan yang masuk dalam ruangan tersebut. Ini juga berlaku untuk dibacakan di rumah, bacaan tersebut berlaku hingga 3 hari, jadi dibacakan 3 hari sekali.
  2. Kumandangkan adzan di telinga kanan, iqomat di telinga kiri.
  3. Bacakan surat Al Kafirun & Al Ikhlas di telinga kanan, agar ditetapkan iman Islam sampai mati.
  4. Bacakan surat Al Qadr di telinga kanan, agar bukan menjadi pezina. Nomor 2-4 yang melakukan harus bapaknya sendiri, jika bapaknya tidak ada, harus laki-laki yang membacakan.
  5. Bacakan surat Ali Imran: 36 (jika laki-laki diganti “hu” pada akhiran tanda baca “h”), agar dijaga dari Ummu Sibyan = pemimpin syaitan yang mengganggu anak kecil. Biasanya Ummu Sibyan mengganggu anak kecil ketika orang tuanya melakukan ibadah sehingga tidak fokus dan menghentikan ibadahnya.