Menyenangkan Sesama Muslim

Oleh Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz

 Beliau mengutip salah satu hadis Nabi SAW, bahwa:

“Membuat gembira seseorang saudara muslimmu itu, saudara seimanmu kau senangkan, kau gembirakan entah dengan makanan entah dengan bantuan atau lainnya walupun hanya dengan senyum dan sapa itu lebih mulia pahalanya daripada dua puluh tahun beri’tikaf di masjidku ini, yaitu Masjid Madinatul Munawwarah Masjidinnabawi.“

Kenapa? Karena Allah menyukai hati hamba yang bersifat baik kepada hamba yang lainnya. Allah paling mencintai hamba yang paling baik, makin baik hamba maka makin cinta Allah kepadanya.

6 Nasehat Habib Umar Bin Hafidz

Sebelum kita membaca nasehat beliau, alangkah mulianya jika kita menghadiahkan sebuah bacaan Al Fatihah kepada beliau, semoga beliau senantiasa diberi kesehatan, umur yang berkah dan istiqomah berdakwah di jalan Allah SWT. Al Fatihah.

Berikut kami kutipkan kumpulan nasehat beliau saat hadir di Gedung Bustanul ‘Asyiqin Solo pada acara Majelis Muwasholah Bainal Ulama’il Muslimin beberapa waktu yang lalu.

  1. Carilah guru yang bisa “membawamu” kepada Allah SWT. Guru tidak sekedar menjadi Mudarris, namun juga sebagai Murobbi, yang bisa mengantarkan kita kepada Allah SWT. Hilang berbagai hijabmu dengan Allah SWT, tebal kema’rifatanmu, sebagaimana para sahabat yang memandang wajah teragung Baginda Nabi Muhammad SAW.
  1. Ciri ulama’ akhirat salah satunya ialah mereka yang mau memelajari kitab-kitab karangan Imam Al Ghozali, Imam Al Haddad, dan Imam Abdul Wahhab Asy Sya’roni. Sebaliknya, ulama’ dunia adalah mereka yang menolak untuk memelajari kitab-kitab ketiga Imam besar itu.
  1. Tazkiyyatun nafs itu sangat diperlukan untuk keselamatan kita dalam beragama. Hanya orang-orang ikhlas dalam bergama sajalah yg diselamatkan Allah SWT dari berbagai kesesatan.
  1. Sadarlah, kalian semua dimandatkan oleh Allah SWT untuk berdakwah, mengajak orang-orang untuk beriman dan menaati Allah SWT. Apalagi gunanya ilmu kalian jika setelah kalian dapatkan tidak untuk berdakwah mengajak orang-orang kembali kepada Allah SWT? Jangan main-main, tugas dakwah itu benar-benar dipikulkan Allah SWT kepada kalian. Tentunya jika kalian sadar, kalian akan lebih bersemangat berdakwah, karena “sedang mendapat tugas agung nan mulia dari Allah SWT”.
  1. Sesungguhnya para syetan ingin menghalangi kalian dari memelajari ilmu agama, dengan membisikkan provokasi takut miskin. Sebaliknya, para syetan mengajak kalian dengan janji-janji manis untuk meninggalkan ilmu agama dengan lebih memilih ilmu dunia agar kaya. Tolaklah bisikan bodoh itu, atau penyesalan abadi akan menimpamu. Rizqi sudah ditentukan. Dunia ini sementara dan akhirat kekal abadi.
  1. Jadikan kamar rumah kalian terhubung dengan kamarnya Rasulullah SAW. Juga jadikan rumah kalian sebagai panggungnya Rasulullah SAW, jangan jadikan rumah kalian sebagai panggung hiburan musuh-musuhnya Allah SWT.

Bagaimana Membersihkan Hati Dari Suudzon (Buruk Sangka)?

Suatu saat ketika ziarah Zanbal di pagi hari Jumat dengan beberapa sahabat dan guru mulia habib Umar, ada salah satu murid bertanya kepada habib Umar , “Ya Habib apakah obat agar hati saya bersih dari suudzon?”

Pertanyaan yang hebat dan butuh jawaban yang hebat pula dan meluas, Habib Umar menatap wajah penanya dengan tersenyum sebagaimana adat beliau. Lalu menjawab dengan jawaban yang sangat singkat, “Jangan engkau percaya (apa yang diucapkan hatimu).”

Subhanallah kalimat yang sedikit itu apabila kita jabarkan akan menjadi hal yang panjang dan meluas itulah Taufiq Allah. Obat agar engkau tidak mudah berburuk sangka adalah memutar balik omongan hati.

Contoh:

Jika ada orang yang berjalan di depanmu menuju mesjid dengan cara jalan yang sombong dan hatimu berkata, “Orang ini pasti Riya’ ingin dilihat orang dan sombong.” Maka kau jangan percaya omongan hatimu itu, lalu kau jawab dengan kebalikannya, “Tidak! Orang ini pasti ikhlas dan ingin menjadi hamba yang baik!”

Tabarukan Air Wudhu Rasulullah

Oleh Habib Umar bin Hafidz.

Pernah Sayyidinna Bilal datang membawa air untuk Nabi ﷺ melakukan wudhu’. Sayyidinna Bilal menuangkan air untuk Nabi Muhammad ﷺ sekaligus menadah untuk mengumpulkan air yang mengalir dari tubuh Nabi Muhammad ﷺ yang diberkati itu dalam sebuah wadah lain.

Kemudian ia akan pergi dan membawa air bekas wudhu’ ini untuk dibagikan kepada para sahabat, yang berebutan dan nyaris bertengkar agar bisa mendapatkan bagian meski sedikit dari air itu. Ada yang membasuh kepala, wajah atau dada mereka dengan air itu, bahkan ada yang meminumnya. Mereka yang tidak menerima bagian dari air itu akan menyeka atau menempelkan kulit mereka pada para sahabat yang dapat bagian air.

Ini adalah ‘pemahaman para sahabat’, di masa keemasan dan kaum terbaik dalam sepanjang sejarah Islam, mereka tahu arti dari barokah. Di tengah-tengah mereka ada yang terbesar dari semua tauladan sehingga mereka tidak membutuhkan orang lain untuk memperbaiki pemahaman mereka, takkan ada yang berkata bahwa itu syirik, atau bid’ah atau ribut bertanya mana dalilnya.

*Tabarukan = Mencari berkah dengan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan sumber yang membawa kebaikan, tetap dalam syari’at.