100 Beautiful Fact of Nabi Muhammad SAW

Imam Shadiq berkata, “Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah SAW.”

  1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa.
  2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya.
  3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah.
  4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya, tidak ada seorangpun yang mendahuluinya dalam mengucapkan salam.
  5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu.
  6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah.
  7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah.
  8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang.
  9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengisyaratkan sesuatu dan tidak pernah mengisyaratkan dengan mata atau alis.
  10. Beliau lebih banyak diam dan baru akan berbicara bila perlu.
  11. Saat bercakap-cakap dengan seseorang, beliau mendengarkan dengan baik.
  12. Senantiasa menghadap kepada orang yang berbicara dengannya.
  13. Tidak pernah berdiri terlebih dahulu selama orang yang duduk bersamanya tidak ingin berdiri.
  14. Tidak akan duduk dan berdiri dalam sebuah pertemuan melainkan dengan mengingat Allah.
  15. Ketika masuk ke dalam sebuah pertemuan, beliau senantiasa duduk di tempat yang akhir dan dekat pintu, bukan di bagian depan.
  16. Tidak menentukan satu tempat khusus untuk dirinya dan bahkan melarangnya.
  17. Tidak pernah bersandar saat di hadapan masyarakat.
  18. Kebanyakan duduknya menghadap kiblat.
  19. Bila di hadapannya terjadi sesuatu yang tidak disukainya, beliau senantiasa mengabaikannya.
  20. Bila seseorang melakukan kesalahan, beliau tidak pernah menyampaikannya kepada orang lain.
  21. Tidak pernah mencela seseorang yang mengalami kesalahan bicara.
  22. Tidak pernah berdebat dan berselisih dengan siapapun.
  23. Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain, kecuali bila orang tersebut bicara sia-sia dan batil.
  24. Senantiasa mengulang-ulang jawabanya atas sebuah pertanyaan agar jawabannya tidak membingungkan pendengarnya.
  25. Bila mendengar ucapan yang tidak baik dari seseorang, beliau tidak mengatakan mengapa si fulan berkata demikian, tapi beliau mengatakan, “Bagaimana mungkin sebagian orang mengatakan demikian?”
  26. Banyak bergaul dengan fakir miskin dan makan bersama mereka.
  27. Menerima undangan para abdi dan budak.
  28. Senantiasa menerima hadiah, meski hanya seteguk susu.
  29. Melakukan silaturahmi lebih dari yang lain.
  30. Senantiasa berbuat baik kepada keluarganya tapi tidak melebihkan mereka dari yang lain.
  31. Senantiasa memuji dan mendukung pekerjaan yang baik dan menilai buruk dan melarang perbuatan yang jelek.
  32. Senantiasa menyampaikan hal-hal yang menyebabkan kebaikan agama dan dunia masyarakat kepada mereka dan berkali-kali mengatakan, “Orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan segala yang didengarnya kepada orang-orang yang tidak hadir.”
  33. Senantiasa menerima uzur orang-orang yang punya uzur.
  34. Tidak pernah merendahkan seseorang.
  35. Tidak pernah memaki atau memanggil seseorang dengan gelar yang jelek.
  36. Tidak pernah mengutuk orang-orang sekitar dan keluarganya.
  37. Tidak pernah mencari-cari aib orang lain.
  38. Senantiasa menghindari kejahatan masyarakat, namun tidak pernah menghidar dari mereka dan beliau selalu bersikap baik kepada semua orang.
  39. Tidak pernah mencaci masyarakat dan tidak banyak memuji mereka.
  40. Senantiasa bersabar menghadapi kekurangajaran orang lain dan membalas kejelekan mereka dengan kebaikan.
  41. Selalu menjenguk orang yang sakit, meski tempat tinggalnya dipinggiran Madinah yang sangat jauh.
  42. Senantiasa menanyakan kabar dan keadaan para sahabatnya.
  43. Senantiasa memanggil nama sahabat-sahabatnya dengan panggilan yang terbaik.
  44. Sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dan menekankan untuk melakukannya.
  45. Senantiasa duduk melingkar bersama para sahabatnya, sehingga bila ada orang yang baru datang, ia tidak bisa membedakan di antara mereka yang manakah Rasulullah.
  46. Akrab dan dekat dengan para sahabatnya.
  47. Beliau adalah orang yang paling setia dalam menepati janji.
  48. Senantiasa memberikan sesuatu kepada fakir miskin dengan tangannya sendiri dan tidak pernah mewakilkannya kepada orang lain.
  49. Bila sedang dalam shalat ada orang datang, beliau memendekkan shalatnya.
  50. Bila sedang shalat ada anak kecil menangis, beliau memendekkan shalatnya.
  51. Orang yang paling mulia di sisi beliau adalah orang yang paling banyak berbuat baik kepada orang lain.
  52. Tidak ada seorangpun yang putus asa dari Rasulullah Saw. Beliau selalu mengatakan, “Sampaikan kebutuhan orang yang tidak bisa menyampaikan kebutuhannya kepada saya!”
  53. Bila ada seseorang membutuhkan sesuatu kepada beliau, Rasulullah SAW pasti memenuhinya bila mampu, namun bila tidak mampu beliau menjawabnya dengan ucapan atau janji yang baik.
  54. Tidak pernah menolak permintaan seseorang, kecuali permintaan untuk maksiat.
  55. Beliau sangat menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.
  56. Rasulullah Saw sangat menjaga perasaan orang-orang asing.
  57. Beliau selalu menarik perhatian orang-orang jahat dan membuat mereka cenderung kepadanya dengan cara berbuat baik kepada mereka.
  58. Beliau senantiasa tersenyum sementara pada saat yang sama beliau sangat takut kepada Allah.
  59. Saat gembira, Rasulullah SAW memejamkan kedua matanya dan tidak banyak menunjukkan kegembiraannya.
  60. Tertawanya kebanyakan berupa senyuman dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak.
  61. Beliau banyak bercanda namun tidak pernah mengeluarkan ucapan sia-sia atau batil karena bercanda.
  62. Rasulullah SAW mengubah nama yang jelek dengan nama yang baik.
  63. Kesabarannya mendahului kemarahannya.
  64. Tidak sedih dan marah karena kehilangan dunia.
  65. Saat marah karena Allah, tidak seoranpun yang akan mengenalnya.
  66. Rasulullah SAW tidak pernah membalas dendam karena dirinya sendiri melainkan bila kebenaran terinjak-injak.
  67. Tidak ada sifat yang paling dibenci oleh Rasulullah selain bohong.
  68. Dalam kondisi senang atau susah tidak lain hanya menyebut nama Allah.
  69. Beliau tidak pernah menyimpan Dirham maupun Dinar.
  70. Dalam hal makanan dan pakaian tidak melebihi yang dimiliki oleh para pembantunya.
  71. Duduk dan makan di atas tanah.
  72. Tidur di atas tanah.
  73. Menjahit sendiri pakaian dan sandalnya.
  74. Memerah susu dan mengikat sendiri kaki ontanya.
  75. Kendaraan apa saja yang siap untuknya, Rasulullah pasti mengendarainya dan tidak ada beda baginya.
  76. Kemana saja pergi, beliau selalu beralaskan abanya sendiri.
  77. Baju beliau lebih banyak berwarna putih.
  78. Bila memakai baju baru, maka baju sebelumnya pasti diberikan kepada fakir miskin.
  79. Baju kebesarannya khusus dipakai untuk hari Jumat.
  80. Ketika memakai baju dan sandal, beliau memulainya dari sebelah kanan.
  81. Beliau menilai makruh rambut yang awut-awutan.
  82. Senantiasa berbau harum dan kebanyakan pengeluarannya untuk minyak wangi.
  83. Senantiasa dalam kondisi memiliki wudu dan setiap mengambil wudu pasti bersiwak/menyikat giginya.
  84. Cahaya mata beliau adalah shalat. Beliau merasa menemukan ketenangan dan ketentraman saat shalat.
  85. Beliau senantiasa berpuasa pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.
  86. Tidak pernah mencaci nikmat sama sekali.
  87. Menganggap besar nikmat Allah yang sedikit.
  88. Tidak pernah memuji makanan dan tidak juga mencelanya.
  89. Memakan makanan apa saja yang dihidangkan kepadanya.
  90. Di depan hidangan makanan, beliau senantiasa makan makanan yang ada di depannya.
  91. Di depan hidangan makanan, beliau yang paling duluan hadir dan paling akhir meninggalkannya.
  92. Tidak akan makan sebelum lapar dan akan berhenti dari makan sebelum kenyang.
  93. Tidak pernah makan dua model makanan.
  94. Ketika makan tidak pernah sendawa.
  95. Sebisa mungkin beliau tidak makan sendirian.
  96. Mencuci kedua tangan setelah selesai makan kemudian mengusapkannya ke wajah.
  97. Ketika minum, beliau meneguknya sebanyak 3 kali. Awalnya baca Bismillah dan akhirnya baca Alhamdulillah.
  98. Rasulullah lebih memiliki rasa malu daripada gadis-gadis pingitan.
  99. Bila ingin masuk rumah, beliau meminta izin sampai tiga kali.
  100. Waktu di dalam rumah, beliau bagi menjadi tiga bagian: satu bagian untuk Allah, satu bagian untuk keluarga dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Sedangkan waktu untuk dirinya sendiri beliau bagi dengan masyarakat.

Keindahan Rasulullah

Oleh Al Habib Munzir Al Musawa.

Belum pernah dalam kehidupanku, mata ini memandang sesuatu yg lebih indah dari pada wajah Baginda Nabi Muhammad SAW.

Sayyidina Abu Hurayrah Ra berkata, “Yang mana apabila beliau SAW tertawa, seakan-akan memercikkan cahaya di dinding-dinding rumah kami.”

Sayyid Muhammad bin Alwy Al Malikki berkata, “Rasulullah SAW telah diberi 10 keindahan, namun di dunia ini hanya 1 keindahan yang ditampakkan, sedangkan yang 9 nya akan ditampakkan nanti di akherat.”

Karena jika manusia melihat ke 10 keindahan yg dimiliki Rasulullah SAW, maka tak akan ada rasa sakit yg dirasakan manusia sekalipun ia menyayat wajahnya dengan silet. Karena ia telah terbius dengan seluruh keindahan yg dimiliki oleh Rasulullah SAW.

Ya Rabb, kumpulkan kami di akherat kelak bersama kekasih-Mu Rasulullah SAW, tak ada kebahagiaan terbesar bagi kami umat Nabi Muhammad SAW selain berjumpa dan memandang wajah Rosul-Mu, kekasih-Mu, Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Malaikat membentangkan sayapnya kepada orang yang menuntut ‘Ilmu (hadir majelis), karena Ridho dengan apa yang ia lakukan.”

Dan ketahuilah setiap jengkal di tempat kehadiran majelis ini penuh dengan keluhuran, pengampunan, kebahagiaan, dan kelembutan Allah, serta taufik dan hidayah-Nya. Demikian pula tangga-tangga keluhuran terus teruntai luas bagi yang ingin mendakinya.

Tabarukan Air Wudhu Rasulullah

Oleh Habib Umar bin Hafidz.

Pernah Sayyidinna Bilal datang membawa air untuk Nabi ﷺ melakukan wudhu’. Sayyidinna Bilal menuangkan air untuk Nabi Muhammad ﷺ sekaligus menadah untuk mengumpulkan air yang mengalir dari tubuh Nabi Muhammad ﷺ yang diberkati itu dalam sebuah wadah lain.

Kemudian ia akan pergi dan membawa air bekas wudhu’ ini untuk dibagikan kepada para sahabat, yang berebutan dan nyaris bertengkar agar bisa mendapatkan bagian meski sedikit dari air itu. Ada yang membasuh kepala, wajah atau dada mereka dengan air itu, bahkan ada yang meminumnya. Mereka yang tidak menerima bagian dari air itu akan menyeka atau menempelkan kulit mereka pada para sahabat yang dapat bagian air.

Ini adalah ‘pemahaman para sahabat’, di masa keemasan dan kaum terbaik dalam sepanjang sejarah Islam, mereka tahu arti dari barokah. Di tengah-tengah mereka ada yang terbesar dari semua tauladan sehingga mereka tidak membutuhkan orang lain untuk memperbaiki pemahaman mereka, takkan ada yang berkata bahwa itu syirik, atau bid’ah atau ribut bertanya mana dalilnya.

*Tabarukan = Mencari berkah dengan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan sumber yang membawa kebaikan, tetap dalam syari’at.

Mengenal Istri-Istri Nabi Muhammad SAW

Ummul Mukminim berarti ibu para mukmin, adalah sebutan untuk para istri Rasulullah SAW untuk menghormati Beliau SAW, umat tidak bisa menikahi istri Rasulullah selainnya, karena tidak mungkin seorang anak menikahi ibunya sendiri, haram hukumnya.

 

  1. Khadijah binti Khuwailid

Sebutan: Ath Thahirah = Wanita yang suci

Status: 2x Janda

Usia dinikahi: 40 tahun

Usia Rasul: 25 tahun

Anak: 1) Qasim (meninggal saat masih bayi), 2) Abdullah (meninggal di usia 2 tahun), 3) Zainab, 4) Ruqayyah, 5) Ummu Kaltsum, 6) Fatimah

Kondisinya: Pengusaha sukses, keturunan bangsawan, memiliki 4 anak dari pernikahan sebelumnya

Alasan dinikahi: Petunjuk Allah, karena dia adalah wanita pertama yang memeluk Islam, dan mendukung dakwah Nabi SAW dengan segala apa yang ia miliki, baik waktu, tenaga, pikiran, harta dan dirinya.

 

  1. Aisyah binti Abu Bakr

Sebutan: Ash Shiddiqah = Wanita yang jujur, Al Habibah = Istri Nabi

Status: Gadis

Usia dinikahi: 11 tahun (tetapi tinggal serumah dengan Nabi setelah usia 19 tahun)

Usia Rasul: 52 tahun

Kondisinya: Cantik, cerdas, putri Abu Bakar Ash-Shiddiq

Alasan dinikahi: Petunjuk Allah (lewat mimpinya 3 malam berturut-turut), untuk mempererat hubungan sahabat (Abu Bakar)

Hikmah: Rasulullah mengajarkan tentang kewanitaan kepada Aisyah agar disampaikan kepada para umatnya kelak. Aisyah banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah yang disampaikan pada umat

 

  1. Saudah binti Zum’ah

Status: Janda

Usia dinikahi: 70 tahun

Usia Rasul: 52 tahun

Kondisinya: Wanita kulit hitam, janda dari sahabat Nabi yang menjadi perisai Nabi saat perang, memiliki 12 anak dari pernikahan sebelumnya

Alasan dinikahi: Menjaga keimanan Saudah dari gangguan kaum musyrikin

 

  1. Zainab binti Jahsy

Nama asli: Barrah

Sebutan: Al Awwahah = Wanita yang khusyu’ dan rendah diri

Status: Janda

Usia dinikahi: 45 tahun

Usia Rasul: 56 tahun

Kondisinya: Mantan istri Zaid bin Haritsah (budak yang diangkat Nabi sebagai anak)

Alasan dinikahi: Perintah Allah bahwa pernikahan harus sekufu, Zainab adalah mantan istri anak angkatnya Rasulullah

Hikmah: Menginformasikan bahwa anak angkat tidak bisa dijadikan anak kandung secara nasab. Maka istrinya tetap bukan mahrom untuk ayah angkatnya, jadi boleh dinikahi setelah berpisah dari pasangannya

 

  1. Ummu Salamah

Nama asli: Hindun binti Abu Umamah

Sebutan: Ash Shabirah = Wanita yang sabar, Al Muhtashibah = Yang mengharap pahala

Status: Janda

Usia dinikahi: 62 tahun

Usia Rasul: 56 tahun

Kondisinya: Putri bibi Nabi (sepupu), seorang janda yang bijaksana, pandai berpidato dan mengajar

Alasan dinikahi: Perintah Allah untuk membantu dakwah Nabi

 

  1. Ummu Habibah

Nama Asli: Ramlah binti Abu Sufyan

Status: Janda

Usia dinikahi: 47 tahun

Usia Rasul: 57 tahun

Kondisinya: Mantan istri Ubaidillah bin Jahsy, cerai karena suaminya pindah agama menjadi Nashrani

Alasan dinikahi: Menjaga keimanan Ummu Habibah agar tidak murtad

 

  1. Juwairiyah binti Harits

Nama asli: Barrah, Rasulullah mengganti namanya menjadi Juwairiyah

Sebutan: Al Hulwah = Wanita yang manis, Al Malahah = Wanita yang cantik

Status: Janda

Usia dinikahi: 65 tahun

Usia Rasul: 57 tahun

Kondisinya: Cantik, tawanan perang, tidak memiliki sanak saudara, memiliki 17 anak dari pernikahan yang pertama

Alasan dinikahi: Petunjuk Allah untuk memerdekakan perbudakan dan pembebasan dari tawanan perang dan menjaga ketauhidan

 

  1. Shaffiyah binti Huyayi

Sebutan: Al Aqilah Bani Nadhir = Wanita cerdas Bani Nadhir

Status: 2x Janda

Usia dinikahi: 53 tahun

Usia Rasul: 58 tahun

Kondisinya: Wanita tawanan perang, wanita muslimah dari kalangan Yahudi Bani Nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya

Alasan dinikahi: Menjaga keimanan Shafiyyah dari boikot orang Yahudi

 

  1. Maimunah binti Harits

Nama asli: Barrah, Rasulullah mengganti namanya menjadi Maimunah

Status: Janda

Usia dinikahi: 63 tahun

Usia Rasul: 58 tahun

Kondisinya: Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza

Alasan dinikahi: Istri Rasulullah dari kalangan Yahudi Bani Kinanah, menikah dengan Rasulullah adalah untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan Bani Nadhir

 

  1. Zainab binti Khuzaimah

Sebutan: Ummul Masakin = Ibunda orang miskin

Status: Janda

Usia dinikahi: 50 tahun

Usia Rasul: 58 tahun

Kondisinya: Seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang yang lemah di rumahnya

Alasan dinikahi: Petunjuk Allah untuk bersama-sama menyantuni anak yatim dan orang lemah

Hikmah: Orang yang memelihara anak yatim seperti ibu jari dan jari tengah (Sabda Rasulallah)

 

  1. Mariyah Al Qibtiyah

Anak: Ibrahim (meninggal di usia 2 tahun)

Status: Gadis

Usia dinikahi: 25 tahun

Usia Rasul: 59 tahun

Kondisinya: Seorang budak Yahudi muslim yang dihadiahkan oleh Raja Muqauqis dari Mesir

Alasan dinikahi: Menikahi untuk memerdekakan dari kebudakan dan menjaga keimanan Mariyah

 

  1. Hafshah binti Umar

Sebutan: Ash Shawamah, Al Qawwamah

Status: Janda

Usia dinikahi: 35 tahun

Usia Rasul: 61 tahun

Kondisi: Putri sabahat Umar bin Khattab, janda dari Khunais bin Huzafah yang meninggal karena perang Uhud

Alasan dinikahi: Petunjuk Allah untuk mempererat hubungan persahabatan antara Rasul & Sayyidina Umar

Hikmah: Hafsah adalah wanita pertama yang hafal Al Qur’an, dinikahi oleh Rasulullah agar bisa menjaga keotentikan Al Qur’an

 

Fakta & Hikmah Pernikahan Rasulullah:

  1. Rasulullah tidak pernah menikah dengan wanita lain hingga setelah Sayyidah Khodijah meninggal.
  2. Pernikahan-pernikahan Rasulullah itu adalah mengandung hikmah dan sebagai pelajaran-pelajaran dilihat dari siapa yang dinikahi dan kondisinya.
  3. Allah tidak memberi keturunan pada Istri lainnya selain Sayyidah Khodijah.
  4. Keturunan Rosulullah hanya dari 1 istri, sehingga tidak membingungkan garis keturunannya sampai hari akhir kelak.
  5. Allah menjaga Kerasulan Nabi Muhammad dengan tidak membesarkan anak laki-laki beliau.
  6. Anak bayi 2-3 yang meninggal saat masih kecil adalah jaminan Surga untuk orangtuanya.

12 Nama Imam Maksum Zurriyah Rasulullah SAW

  1. Imam Ali bin Abi Thalib
  2. Imam Hasan bin Ali
  3. Imam Husein bin Ali
  4. Imam Ali bin Zainal Abidin
  5. Imam Muhammad Al-Bagir
  6. Imam Ja’far As-Sadiq
  7. Imam Musa Al-Kazim
  8. Imam Ali Ar-Ridho
  9. Imam Muhammad Al-Jawad
  10. Imam Ali Al-Hadi
  11. Imam Hasan Al-As Kari
  12. Imam Muhammad Al-Mahdi

Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW

Mandi Pagi

Mandi pagi sebelum subuh atau sekurang-kurangnya 1 jam sebelum matahari naik. Air sejuk yang meresap ke dalam badan bisa mengurangkan lemak yang terkumpul. Kita bisa lihat orang yang mandi pagi kebanyakan badannya tidak gemuk.

Minum Air Sejuk

Rasulullah SAW mengamalkan minum segelas air sejuk setiap pagi setelah bangun tidur, bukan air es atau hangat, agar terhindar dari penyakit dan menambah imun.

Sujud 1 Menit

Waktu sholat Subuh disunatkan kita bertafakur, yaitu sujud sekurang-kurangnya semenit selepas membaca doa, agar mengelak dari sakit pening atau migrain. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yang tidak dipenuhi darah. Hanya dengan bersujud maka darah baru akan mengalir ke ruang tersebut.

Cara Makan

Dalam kitab juga ada melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Nabi SAW pernah mencegah kita makan ikan bersama ayam. Dikhawatirkan akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh saintis yang menemukan dimana dalam badan ayam mengandungi ion+ve, manakala dalam ikan mengandung ion-ve, jika dalam suapan ayam bercampur dengan ikan maka terjadi tindak balas biokimia yang terhasil yang bisa merusak usus kita. Orang yahudi suka memakan ikan tanpa bercampur dengan  makanan bercampur ayam.

Nabi SAW juga mengajar kita makan dengan tangan kanan dan bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli sains telah menemukan bahwa Enzyme = sejenis alat percerna makanan, tanpanya makanan tidak terurai, banyak terkandung di celah jari, yaitu 10 kali lipat terdapat dalam air liur.

Disunnahkan duduk ketika makan dan minum, karena posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah makan.

Cara Tidur

Tidur Rasulullah SAW ada 3 waktu:

  1. Diawal malam
  2. Diseperenam akhir malam (antara 02.25 – 04.30), bangun ketika waktu subuh. Beliau SAW tidur lagi setelah tengah malam, tidak bablas sampai subuh.
  3. Dipertengahan siang (Qailulah)

Tidur dengan badan miring ke kanan. Disunnahkan untuk berwudhu, kalau bisa sholat 2 rakaat, berdoa, berdzkir, menutup aurat dan mematikan lampu, karena kondisi gelap akan membuat relax tubuh kita.

Cara Beristinja

Buang air besar dan kecil dengan cara duduk dengan badan condong ke kiri (paha menekan perut bagian kiri), baik wanita maupun pria. Posisi duduk akan menguras habis air kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih.

Jangan lupa berdoa sebelum masuk dan keluar kamar mandi, serta disunnahkan untuk menutupi kepala dengan sesuatu (shower cap/handuk kecil) dan memakai alas kaki.

Keimanan Sempurna

Rasulallah SAW bersabda:

“Tidak beriman dengan keimanan yang sempurna salah seorang diantara kamu, sampai aku menjadi orang yang paling dia cintai daripada ayahnya, anaknya dan seluruh manusia.”

Matahari Hari Jum’at

Rasulallah SAW bersabda:

“Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at, pada hari itu Adam AS diciptakan, dan pada hari itu pula Ia dikeluarkan dari surga, dan tidak akan bangkit hari kiamat melainkan pada hari Jum’at.”

Sesuatu Yang Tidak Bisa Dilihat & Dicari Di Dunia

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kamu lihat. Langit itu berkeriat-keriut, di situ tidak ada tempat untuk bisa menyisipkan empat jari-jari melainkan ada malaikat yang meletakkan dahinya untuk bersujud kepada Allah Ta’ala. Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan banyak menangis, dan kamu tidak akan bersuka ria dengan istrimu diperaduan. Bahkan, kalian akan keluar ke tempat-tempat yang ramai untuk mohon pertolongan kepada Allah Ta’ala. Atau juga keluar ke jalan-jalan (tempat-tempat yang ramai) sambil berdoa dengan suara yang keras meneriakkan nama Allah.”

Nabi SAW bertanya kepada malaikat Jibril As, “Apakah engkau (malaikat Jibril) pernah tertawa?” Malaikat Jibril menjawab, “Ya”. Nabi SAW kembali bertanya, “Kapan?” Berkata malaikat Jibril, “Ketika manusia diciptakan & dari mulai diciptakan sampai wafatnya, sedangkan dia mencari dari sesuatu yang tidak pernah diciptakan di dunia.” Nabi SAW merasa heran & beliau bersabda, “Apakah sesuatu yang dicari dari manusia sedangkan hal tersebut tidak pernah diciptakan di dunia?”

Berkata malaikat Jibril, “Ketenangan. Sesungguhnya Allah tidak menciptakan ketenangan di dunia tetapi Allah menciptakannya di akhirat, maka manusia selalu mencari ketenangan. Maka anak kecil berkata kapan menjadi dewasa. Dan pemuda berkata andai saja aku kembali kecil. Dan orang tua berkata andai saja masa muda kembali lagi. Dan orang yang telah menikah berkata andai saja aku kembali pada masa lajang. Dan orang yang lajang berkata andai saja aku telah menikah. Dan yang memiliki banyak anak berkata andai saja aku memiliki (walau) satu anak saja. Dan yang memiliki banyak anak berontak seraya berkata andai saja aku tidak memiliki banyak anak. Dan yang telah menikah dengan satu perempuan menginginkan menikah lagi mencari ketenangan.”

Semuanya mencari ketenangan akan tetapi tidak ada yang namanya ketenangan di dunia ini. Maka wajib kita merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah menentukan untuk kita & kita bersyukur atas hal tersebut (ketentuan Allah). Dan kita mengetahui, sesungguhnya ketenangan kita terdapat di dalam ibadah kepadaNya & ketaatan kepadaNya agar kita mendapatkan makna ketenangan di akhirat & menangislah atas (kekurangan) dirimu.

Maka barangsiapa yang meninggalkan bacaan Al Qur’an 3 hari tanpa udzur, dialah yang dikatakan orang yang menjauhi dari Al Qur’an. Menjauhi dari ketenangan.

Pelajaran Dalam Masalah Cinta

Rasulullah SAW pernah duduk bersama para shahabatnya dan menanyai mereka dimulai dari Sayyidina Abu Bakr RA,

Rasulallah SAW: “Apa yang engkau cintai dari dunia ini?”

Abu Bakr RA: “Yang saya cintai dari dunia ini ada tiga; Duduk di hadapanmu SAW, Melihatmu SAW dan Menginfaqkan hartaku untukmu SAW.”

Rasulallah SAW: “Dan engkau wahai Umar, apa yang kamu cintai dari dunia ini?”

Umar RA: “Yang saya cintai dari dunia ini ada tiga; Mengajak kepada kebenaran walaupun secara sembunyi-sembunyi, Mencegah kemungkaran walaupun secara terang-terangan dan Mengatakan yang haq (benar) walaupun itu pahit.”

Rasulallah SAW: “Dan engkau wahai Utsman, apa yang kamu cintai dari dunia ini?”

Utsman RA: “Yang saya cintai dari dunia ini ada tiga; Memberi makan, Menyebarkan salam dan Shalat di malam hari di saat manusia tidur”

Rasulallah SAW: “Dan engkau wahai Ali, apa yang kamu cintai dari dunia ini?”

Ali RA: “Yang saya cintai dari dunia ada tiga; Memuliakan tamu, Berpuasa di musim panas dan Membunuh musuh dengan pedang.”

Kemudian Nabi SAW menanyai Abu Dzar Al-Ghifary, “Apa yang kamu cintai di dunia ini?”

Abu Dzar Al-Ghifary: “Yang saya cintai di dunia ini ada tiga hal; Rasa lapar, Sakit dan Mati.”

Rasulallah SAW: “Mengapa?”

Abu Dzar Al-Ghifary: “Saya mencintai rasa lapar agar hatiku menjadi lembut, saya mencintai sakit agar dosaku berkurang dan saya mencintai mati agar aku dapat bertemu dengan Rabbku.”

Rasulallah SAW: “Aku telah dijadikan mencintai tiga hal dari dunia kalian ini; Wangi-wangian (parfum), Wanita (kasih sayangnya) dan Dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.”

Dan pada waktu itu turun Jibril AS dan mengucapkan salam kepada mereka dan berkata,

“Dan saya mencintai tiga hal dari dunia kalian; Menyampaikan risalah (pesan), Menunaikan amanah dan Mencintai orang-orang miskin.”

Kemudian ia naik ke langit dan turun kembali dan berkata:

“Allah azza wa jalla mengucapkan salam kepada kalian dan mengatakan, sesungguhnya Ia mencintai tiga hal dari dunia kalian; Lidah yang senantiasa berdzikir, Hati yang khusyuk dan Jasad (tubuh) yang sabar atas musibah. Maha Suci Allah dan Segala Puji BagiNya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”