IMG_2324

Advertisements

IMG_8925

Cara Bersalaman Dan Cium Tangan

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus

1. Cara bersalaman yang benar:

  • Bagian pangkal dari jempol dan telunjuk, antara 2 orang yang bersalaman, harus menyatu. Karena disana terletak urat yang sampai ke hati.
  • Bersalaman adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Karena “Salaman kalian akan menghilangkan kekesalan”.
  • Kemudian letakkan telapak tangan yang bersalaman tadi ke bibir lalu hati/dada.
  • Tidak berlaku untuk salaman yang bukan mahromnya.

2. Letakkan telapak atas tangan yang akan dicium ke bibir kita. Bukan ke jidat, bukan ke pipi, bukan pula ke hidung.

Cara Mendoakan Anak

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus

  1. Jangan mendoakan buruk pada anak, seperti mengeluarkan sumpah serapah. Bila anak berlaku yang tidak kita inginkan, cukup bilang: “Allah yah dik” = semoga engkau mendapat hidayah.
  1. Doakan selalu anak untuk hal-hal yang baik. Karena doa orang tua itu mustajab.
  1. Dikisahkan ada seorang ibu yang sedang mengandung anaknya, jika berdoa: “Ya Allah jika anak yang dikandung ini membawa kemudharatan, maka kembalikan lagi dia pada-Mu”. Dan jika pada saat lahir anak tersebut meninggal, maka orang tersebut walau bersedih, tapi tetap berkata “Alhamdulilah ‘ala kuli hal”.
  1. Titipkan anak kita pada Allah sebagai sebaik-baiknya penjagaan. Dengan cara:
    • Setiap anak akan pergi keluar rumah, biasakan agar dia membaca doa: “Bismillahi Amantu billah tawakaltu allallah laa haula wa laa quata illa billahil ‘aliyyil adzim”.
    • Kemudian orang tua berdoa: “Istauda’ tukallah” (untuk anak laki-laki) atau “Istauda’ tukillah” (untuk anak perempuan) = aku menitipkanmu pada Allah.
    • Anak menjawab: “Qobiltul wada’ah” = saya terima penitipan itu.
    • Cium anak di kening, tengah-tengah dua belah mata, dan sebaliknya dari anak ke orang tua.
  1. Ritual yang biasa dicontohkan oleh Ustadzah Halimah dari ayahnya, yaitu Sebelum berangkat sekolah, ayahnya meletakkan tangannya diubun-ubun Ustadzah Halimah dan berdoa: “Barokallahu fik”, lalu meniup ubun-ubunnya 3x. Agar senantiasa jadi anak yang selalu beruntung, pintar & selamat.

Pemilihan Nama Anak

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Baguskanlah nama-nama anakmu dengan arti yang baik, agar membawa sugesti yang baik pada anak tersebut dan karena akan dipanggil nama mereka di hari akhir. Dan saat kita panggil mereka, kita sedang mendoakan dia.

Memberi nama anak karena 2 alasan:

  1. Tafaulan / Sugesti

Memberi nama yang diharapkan menjadi sesuai artinya.

Contohnya:

Faiz = seseorang yang beruntung

Faizah = perempuan yang beruntung

Abdullah = hamba Allah

  1. Tabarukan / Cari Berkah

Memberi nama seperti orang-orang sholeh/baik sebelum kita, agar sama baik seperti mereka. Mengambil berkah dari namanya. Tidak peduli apa artinya yang penting sama sifat dan nasibnya dengan orang sholeh tersebut.

Contohnya:

Fatimah

Abu Bakar

Uwais Al Qorni

Cara memanggil nama anak.

Jika sudah memberi nama anak yang baik, jangan panggil dia dengan nama buruk atau tidak berarti.

Contohnya:

Abdullah, malah dipanggil Dul

Muhammad, malah dipanggil Mamat

Khodijah, malah dipanggil Ijah

Sidah (dari saida – siddi – sidah = tuan putri = wanita terhormat), malah dipanggil Ida

Budaya orang arab malah memanjangkan nama panggilan, bukan memendekannya, dan menjadi lebih bagus.

Contohnya:

Muhammadd dipanggil Hamudi = Muhammad kecilku

Halimah dipanggil Halumi = Halimah kecilku

Fatimah dipanggil Fatimu = Fatimah kecilku

Khodijah dipanggil Khoduji

Nur dipanggil Nuairi

Aisyah dipanggil Aisyuni, kalau Rosulullah memanggilnya Yaa Aisy = wahai hidupku (dilihat dari artinya)

Banyak Hadist sekitar menamakan anak, antara lain yang terkenal:

  1. Berilah nama anak laki-lakimu seperti namaku dan jangan kau pukul dia. Artinya agar mengingat Rasulullah
  2. Sebaik-baik nama disisi Allah adalah Abdullah & Abdurrahman (untuk laki-laki)

Sunnah kasih nama sesudah lahir. Sebaik-baiknya pada hari ke 7 dihitung sejak hari lahiran, bukan 7 hari setelah lahir. Misalnya lahir di Selasa, maka Aqiqah dan pemberian nama anak di hari Senin.

Aqiqah adalah sembelih hewan kurban sebagai tanda wujud syukur pada Allah atas karunia yang diberikan, hukumnya sunnah mu’akad, dilakukan setelah lahiran jika mampu, kalau belum mampu bisa ditunda hingga mampu.

Pilih kambing umur 2 tahun, tidak cacat, jantan/betina. Jauh lebih baik beri makan orang dalam bentuk masakan dibanding membagikan daging mentah, sebaiknya kambing dimasak yang manis-manis, seperti semur, kambing kecap, dll.

Sunnah aqiqah: gundul licin baik bayi perempuan maupun laki-laki. Lalu rambut ditimbang dan sedekah dengan emas seberat timbangan rambut bayi, misalnya berat rambut 2 gram x Rp 500.000/gram emas = Rp 1.000.000 ialah total yang disedekahkan, jika tidak mampu hargakan berat timbangan rambut dengan perak.