Cara Bersalaman Dan Cium Tangan

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus

1. Cara bersalaman yang benar:

  • Bagian pangkal dari jempol dan telunjuk, antara 2 orang yang bersalaman, harus menyatu. Karena disana terletak urat yang sampai ke hati.
  • Bersalaman adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Karena “Salaman kalian akan menghilangkan kekesalan”.
  • Kemudian letakkan telapak tangan yang bersalaman tadi ke bibir lalu hati/dada.
  • Tidak berlaku untuk salaman yang bukan mahromnya.

2. Letakkan telapak atas tangan yang akan dicium ke bibir kita. Bukan ke jidat, bukan ke pipi, bukan pula ke hidung.

Cara Mendoakan Anak

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus

  1. Jangan mendoakan buruk pada anak, seperti mengeluarkan sumpah serapah. Bila anak berlaku yang tidak kita inginkan, cukup bilang: “Allah yah dik” = semoga engkau mendapat hidayah.
  1. Doakan selalu anak untuk hal-hal yang baik. Karena doa orang tua itu mustajab.
  1. Dikisahkan ada seorang ibu yang sedang mengandung anaknya, jika berdoa: “Ya Allah jika anak yang dikandung ini membawa kemudharatan, maka kembalikan lagi dia pada-Mu”. Dan jika pada saat lahir anak tersebut meninggal, maka orang tersebut walau bersedih, tapi tetap berkata “Alhamdulilah ‘ala kuli hal”.
  1. Titipkan anak kita pada Allah sebagai sebaik-baiknya penjagaan. Dengan cara:
    • Setiap anak akan pergi keluar rumah, biasakan agar dia membaca doa: “Bismillahi Amantu billah tawakaltu allallah laa haula wa laa quata illa billahil ‘aliyyil adzim”.
    • Kemudian orang tua berdoa: “Istauda’ tukallah” (untuk anak laki-laki) atau “Istauda’ tukillah” (untuk anak perempuan) = aku menitipkanmu pada Allah.
    • Anak menjawab: “Qobiltul wada’ah” = saya terima penitipan itu.
    • Cium anak di kening, tengah-tengah dua belah mata, dan sebaliknya dari anak ke orang tua.
  1. Ritual yang biasa dicontohkan oleh Ustadzah Halimah dari ayahnya, yaitu Sebelum berangkat sekolah, ayahnya meletakkan tangannya diubun-ubun Ustadzah Halimah dan berdoa: “Barokallahu fik”, lalu meniup ubun-ubunnya 3x. Agar senantiasa jadi anak yang selalu beruntung, pintar & selamat.

Pemilihan Nama Anak

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Baguskanlah nama-nama anakmu dengan arti yang baik, agar membawa sugesti yang baik pada anak tersebut dan karena akan dipanggil nama mereka di hari akhir. Dan saat kita panggil mereka, kita sedang mendoakan dia.

Memberi nama anak karena 2 alasan:

  1. Tafaulan / Sugesti

Memberi nama yang diharapkan menjadi sesuai artinya.

Contohnya:

Faiz = seseorang yang beruntung

Faizah = perempuan yang beruntung

Abdullah = hamba Allah

  1. Tabarukan / Cari Berkah

Memberi nama seperti orang-orang sholeh/baik sebelum kita, agar sama baik seperti mereka. Mengambil berkah dari namanya. Tidak peduli apa artinya yang penting sama sifat dan nasibnya dengan orang sholeh tersebut.

Contohnya:

Fatimah

Abu Bakar

Uwais Al Qorni

Cara memanggil nama anak.

Jika sudah memberi nama anak yang baik, jangan panggil dia dengan nama buruk atau tidak berarti.

Contohnya:

Abdullah, malah dipanggil Dul

Muhammad, malah dipanggil Mamat

Khodijah, malah dipanggil Ijah

Sidah (dari saida – siddi – sidah = tuan putri = wanita terhormat), malah dipanggil Ida

Budaya orang arab malah memanjangkan nama panggilan, bukan memendekannya, dan menjadi lebih bagus.

Contohnya:

Muhammadd dipanggil Hamudi = Muhammad kecilku

Halimah dipanggil Halumi = Halimah kecilku

Fatimah dipanggil Fatimu = Fatimah kecilku

Khodijah dipanggil Khoduji

Nur dipanggil Nuairi

Aisyah dipanggil Aisyuni, kalau Rosulullah memanggilnya Yaa Aisy = wahai hidupku (dilihat dari artinya)

Banyak Hadist sekitar menamakan anak, antara lain yang terkenal:

  1. Berilah nama anak laki-lakimu seperti namaku dan jangan kau pukul dia. Artinya agar mengingat Rasulullah
  2. Sebaik-baik nama disisi Allah adalah Abdullah & Abdurrahman (untuk laki-laki)

Sunnah kasih nama sesudah lahir. Sebaik-baiknya pada hari ke 7 dihitung sejak hari lahiran, bukan 7 hari setelah lahir. Misalnya lahir di Selasa, maka Aqiqah dan pemberian nama anak di hari Senin.

Aqiqah adalah sembelih hewan kurban sebagai tanda wujud syukur pada Allah atas karunia yang diberikan, hukumnya sunnah mu’akad, dilakukan setelah lahiran jika mampu, kalau belum mampu bisa ditunda hingga mampu.

Pilih kambing umur 2 tahun, tidak cacat, jantan/betina. Jauh lebih baik beri makan orang dalam bentuk masakan dibanding membagikan daging mentah, sebaiknya kambing dimasak yang manis-manis, seperti semur, kambing kecap, dll.

Sunnah aqiqah: gundul licin baik bayi perempuan maupun laki-laki. Lalu rambut ditimbang dan sedekah dengan emas seberat timbangan rambut bayi, misalnya berat rambut 2 gram x Rp 500.000/gram emas = Rp 1.000.000 ialah total yang disedekahkan, jika tidak mampu hargakan berat timbangan rambut dengan perak.

Yang Wajib Dilakukan Pada Bayi Baru Lahir

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

  1. Menjelang melahirkan, bacakan surat Al Baqarah pada ruang persalinan & ruang setelah melahirkan, agar dijaga Allah dan tidak ada setan yang masuk dalam ruangan tersebut. Ini juga berlaku untuk dibacakan di rumah, bacaan tersebut berlaku hingga 3 hari, jadi dibacakan 3 hari sekali.
  2. Kumandangkan adzan di telinga kanan, iqomat di telinga kiri.
  3. Bacakan surat Al Kafirun & Al Ikhlas di telinga kanan, agar ditetapkan iman Islam sampai mati.
  4. Bacakan surat Al Qadr di telinga kanan, agar bukan menjadi pezina. Nomor 2-4 yang melakukan harus bapaknya sendiri, jika bapaknya tidak ada, harus laki-laki yang membacakan.
  5. Bacakan surat Ali Imran: 36 (jika laki-laki diganti “hu” pada akhiran tanda baca “h”), agar dijaga dari Ummu Sibyan = pemimpin syaitan yang mengganggu anak kecil. Biasanya Ummu Sibyan mengganggu anak kecil ketika orang tuanya melakukan ibadah sehingga tidak fokus dan menghentikan ibadahnya.

Memilih Majelis Di Waktu Serentak

Oleh Habib Ali bin Abdurrahman Al-Jufri.

Majlis ilmu adalah majlis yang barakah. Akan tetapi, apa terjadi jika ada dua majlis yang berlangsung serentak? Ada satu kisah, tentang dua majlis ilmu yang berlangsung secara serentak. Seorang penuntut ilmu. Seorang pemuda yang di dalam dilema. Hatinya di dalam keraguan. Ada dua majlis yang berlangsung.

Dia melihat yang satu majlis ilmu belajar Al-Quran dan Hadith. Dan majlis ilmu yang satu lagi juga belajar Al-Quran dan Hadith. Majlis yang mana dia harus pergi. Kemudian dia pergi berjumpa sahabatnya yang soleh untuk meminta pendapat dan pertolongan majlis mana yang harus dia pergi.

Sahabatnya yang soleh tadi berkata; “Mari sahabat, kita pergi ke dua majlis itu.” Setelah tiba di majlis ilmu yang pertama, mereka masuk dan kemudian mereka berdiri. Tujuan sahabat itu berbuat demikian karena ingin mengetahui majlis mana yang patut diikuti. Mereka pun berdiri di depan jamaah saat Sheikh sedang mengajar.

Sheikh melihat mereka, dan kemudian berkata dengan nada keras, “Kenapa kamu berdiri?!” Sahabat yang soleh tadi menjawab, “Aku tidak mau duduk di dalam majlis kamu ini.” Kemudian Sheikh berkata, “Kenapa kamu tidak mau duduk?!” Sahabat yang soleh tadi menjawab, “Aku tidak puas hati dengan kamu.”

Kemudian Sheikh menjawab, “Aku lagi sangat-sangat tidak puas hati dengan kamu. Keluar kamu syaitan, jangan kamu merusakkan majlis ini!” Sahabat soleh tadi berkata kepada sahabatnya, “Wahai sahabat, mari kita keluar sebelum kita dipukul beramai-ramai.”

Setelah itu, mereka pergi ke majlis ilmu yang kedua. Mereka pun berdiri. Dilihat oleh Sheikh yang sedang mengajar. Kemudian Sheikh berkata dengan nada lembut, “Wahai pemuda, kenapa kamu berdua tidak mau duduk?” Sahabat yang soleh tadi berkata, “Aku tidak mau duduk di dalam majlis kamu.”

Kemudian Sheikh bertanya, “Kenapa wahai pemuda?” Masih dengan nada yang lembut. Sahabat yang soleh tadi menjawab, “Aku tidak puas hati dengan kamu, Sheikh.” Sheikh terkejut lalu menutup wajahnya. Tiba-tiba mengalir air mata membasahi pipinya.

Sheikh kemudian berkata, “Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. Ya Allah, aku mohon taubat dan keampunan-Mu. Ya Allah, ampunkanlah aku. Sesungguhnya mungkin Allah telah membukakan aib diriku ini kepadanya.” Kemudian Sheikh terus menangis.

Sahabat yang soleh tadi berkata kepada sahabatnya, “Wahai sahabat, sekarang majlis mana yang kamu ingin duduki? Majlis yang tadi atau disini?” Jawab sahabatnya, “Mestilah disini. Ciri-ciri orang soleh itu jelas terzahir pada akhlaknya.”

Jika kamu lihat ada dua kelompok. Satu kelompok mereka menyatakan mereka di jalan kebenaran. Dan satu lagi kelompok mereka menyatakan mereka juga di dalam jalan kebenaran. Maka, kamu lihatlah pada akhlak mereka itu.

Dimana adanya akhlak yang mulia, disitu adanya agama. Dimana adanya akhlak, disitu adanya ilmu. Tidak mungkin agama itu tanpa akhlak yang mulia. Tidak mungkin orang soleh itu dipandang soleh tanpa padanya akhlak yang mulia. Kita jangan lihat pada orang lain. Lihatlah ciri-ciri tersebut di dalam diri kita. Untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah. 

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Jika ada majelis ilmu dan majelis dzikir di waktu yg sama, mana yg harus dihadiri, sedangkan keduanya sama-sama dipimpin oleh orang sholeh?

Maka hadirilah di tempat dimana hatimu sedang memerlukan apa dan yang menyenangkan hatimu. Apakah ilmu-ilmu yg makin mendekatkanmu pada Allah ataukah hatimu memerlukan mengingat Allah dengan menyebut-nyebut nama-Nya. Benarkanlah niat sebelum melakukan pekerjaan dan pasanglah niat bersamaan dengan awal pekerjaan. Jika niat itu langgeng hingga akhir amal tersebut, maka engkau akan memperoleh pahala yang sempurna di akhirat nanti.

Laporan Catatan Amal Manusia

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Waktu-waktu malaikat melapor pada Allah atas amalan manusia:

Laporan harian = Subuh & Ashar

Laporan mingguan = Senin & Kamis

Laporan tahunan = Nisfu Sya’ban

Pentingnya Niat Sebelum Amal

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Tiap melakukan setiap amalan, seperti sedekah, baca Yasin, baca Al Quran, dan amalan baik lainnya yang kecil maupun besar, sebaiknya niatkan pahalanya juga untuk orang tua dan segala hajat kita.

Jika ingin membaca Yasin untuk orang yang meninggal, niatkan juga untuk seluruh ahli kubur. Pahala yang didapat jumlahnya sama antara yang kita dapat dan kita niatkan. Jangan biarkan amalan kita sia-sia.

Hubabah Tuflah Sang Bidadari Bumi

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Ada seorang Hubabah bernama Tuflah, umurnya 96 tahun duduk di Oman. Setiap ulama yang datang Oman pasti mengunjungi Hubabah, sebab Hubabah ini hidupnya zuhud, yaitu tidak memikirkan dunia sama sekali. Dunia ibarat seekor lalat hinggap di hidungnya dan ditepis begitu saja. Di rumahnya kosong tidak ada perabot, pakaiannya hanya ada dua helai, satu dipakai, satu lagi dicuci.

Di Oman mayoritas penduduk orang kaya-kaya, rumah besar dan bermobil mewah. Tapi rumah Hubabah kosong, kecil, kelihatan miskin, banyak orang yang ingin membuatkan rumah besar untuknya, namun dia menolaknya.

Bila ada seseorang yang memberikan uang, pasti uang tersebut hanya sekejap berada di tangannya, karena dia langsung memberikan pada yang memerlukan.

Tidak sedikit orang yang memberikannya baju, dia memang menerimanya, namun baju yang lama ia berikan lagi untuk orang lain. Hanya saja ia ingin memiliki 2 helai baju saja, dan dia berkata, “Aku tak mau dunia masuk ke rumahku.”

Hubabah yang berumur 96, tak nampak raut muka renta nenek-nenek pada umumnya, paling-paling terlihat kerutan tipis di wajahnya. Jalannya pun masih normal, tidak merasakan sakit. Pengelihatannya masih bagus, tidak rabun, bahkan Al-Qur’an yang kecil tidak kesulitan Hubabah membaca. Karena dia menjaga Allah, maka Allah menjaganya.

Dua tahun selepas masa umurnya 94 tahun, Hubabah pergi haji dengan para pemuda. Ketika naik di bukit-bukit, pemuda yang pergi bersamanya sudah sangat kelelelahan, tapi tidak dengan Hubabah, beliau masih gagah perkasa menaiki bukit tersebut yang memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan.

Pada usia 9 tahun, ibunda Hubabah pernah berkata, “Anakku ini akan menjadi wanita teragung ketika ia besar nanti”. Orang lain bertanya, “Mengapa?”, ibunya menjawab, “Sewaktu anak ini lahir sampai umurnya sekarang aku heran, dia tidak pernah meminta apa pun padaku seperti anak-anak lain. Anak-anak lain selalu minta, ‘Ummi belikan aku mainan ini’, ‘Belikan makanan ini’, ‘Belikan baju ini’, tapi dia tidak. Aku pernah membawanya ke kedai-kedai makanan, pakaian, mainan, dia tertarik semuanya. Bila aku tanya ‘Wahai anakku, kamu mau?’. Hubabah menjawab, ‘Wahai ummi, kalau aku mau aku bisa minta pada Allah bukan pada ummi’.”

Lihatlah..Dari kecil sudah ada rasa keimanan dalam dirinya. Baginya dunia tidak ada apa-apanya. Hubabah tak mencari dunia tapi dunia yang mencarinya.

Menang Perang Berkat Siwak?

Dikisahkan oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah Bersiwak ketika hendak sholat, berwudhu, membaca Al Qur’an, menghadiri Majelis dan ketika beramal baik lainnya dan beliau sangat ingin umatnya memperhatikan siwak.

Rasulullah SAW bersabda: “Satu Sholat yang kita kerjakan dengan bersiwak lebih baik daripada 70 rakaat dari sholat yang kita kerjakan tanpa bersiwak”.

Diceritakan pada zaman pemerintahan Sayyidina Umar bin Khattab RA ketika beliau bersama kaum muslimin mengepung benteng musuh selama berhari hari dan tidak bisa menembus benteng musuh tersebut.

Maka Sayyidina Umar bin Khattab RA memeriksa pasukan beliau seraya mengatakan kepada pasukan, “Pastilah diantara kalian ini ada yang melalaikan sunnah Nabi Muhammad SAW sehingga kita tidak bisa menembus benteng musuh”, dan beliau bertanya kepada yang pertama kalinya adalah “Apakah kalian semuanya membawa siwak?” Ternyata banyak pasukan yang lupa membawa siwak.

Kemudian Sayyidina Umar bin Khattab RA memerintahkan pasukan untuk memotong pohon-pohon di luar benteng musuh kemudian mengambil kayu arok dari kayu tersebut kemudian dibuat bersiwak.

Kemudian mata-mata musuh melihat hal tersebut dan Allah SWT memberikan pertolongan yang sangat luar biasa dengan meletakkan perasaan takut kepda musuh musuh Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Sehingga mata-mata tersebut melaporkan kepada raja, “Wahai raja, kaum muslimin sekarang semakin ganas, pohon pohon pun mereka makan, bagaimana dengan kita?” Maka Allah SWT meletakkan perasaan takut kepada musuh musuh tersebut dan mereka langsung menyerah tanpa ada perlawanan sedikitpun berkat siwak sunnah Nabi Muhammad SAW.

Wudhu

Oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Wudhu (الوضوء‎) berarti menyucikan diri dari hadas kecil (*baca juga bagian hadas) dengan membasuh beberapa bagian badan dengan air bersih, yang dilakukan untuk melaksanakan ibadah seperti Sholat, menyentuh dan baca Al Qur’an.

Anggota yang wajib dibasuh ada 4:

  1. Wajah
  2. Kepala
  3. Tangan
  4. Kaki

Sunnah sebelum wudhu:

  1. Masuk kaki kanan (kalau ada kloset/kakus, dahulukan kaki kiri)
  2. Menghadap kiblat
  3. Duduk/jongkok
  4. Siwak/sikat gigi (jangan lupa niat bersiwak)
  5. Membaca doa

Rukun (urutan) wudhu menurut Imam Syafi’i:

  • Masuk kaki kanan, kalo ada kloset/kakus kaki kiri.
  • Menghadap kiblat.
  • Jongkok/duduk.
  • Baca: “Bismillahirrohmanirrohim”, tidak sempurna tanpa itu.
  • Baca doa: “Robbi a’udzu bika min hamazati syayatin, wa a’udzu bika robbi ayahdzurun”. Artinya: Aku berlindung pada tuhan dari bisikkan syaitan dan kehadiran syaitan. (Agar terhindar dari waswas)
  • Baca niat: “Nawaitul wudhu’a lirofil hadatsil ashghori lillahi ta’ala”.
  • Cuci tangan sebelum mulai wudhu, karena kita nggak tau tangan kita habis “nginep” dimana semalam, misalnya pegang tempat yang kotor seperti kemaluan/dubur.
  • Bersiwak 3x, dari kanan atas ke tengah, kiri atas ke tengah, kanan bawah ke tengah, kiri bawah ke tengah, atau seperti angka 8, kanan atas-kiri bawah-kiri atas-kanan bawah. Dikhususkan pada shalat Dzuhur & Ashar.
  • Berkumur/Idaroh & Instinsyak 3x, yaitu memasukkan air ke dalam hidung seperti dihirup. Ambil air tangan kanan, masukkan sebagian ke mulut dan sebagian ke hidung. Kalau Idaroh dan Instinsyak tidak bisa berbarengan, kumur, buang, lalu Instinsyak di dalam 1 regup air. Berkumur sebaiknya sambil mubalaghoh, yaitu kumur di tenggorokan dengan muka menghadap ke atas.
  • Basuh muka 3x, dari atas jidat (tempat tumbuh rambut secara normal, anak rambut tidak dihitung) ke bawah dengan kedua telapak tangan sambil jempol basuh ke rahang. Sunnah: mengusap leher. Membasuh = dengan air. Mengusap = tanpa air.
  • Basuh tangan 3x, dari jari tangan ke siku dan menyelah jemari dari atas, mulai dari tangan kanan 3x lalu tangan kiri 3x. Tidak boleh ada sesuatu di kuku yang bersumber dari luar tubuh, misalnya sisa adonan roti, krayon, dll, kecuali dari kotoran kuku.
  • Mengusap kepala 3x, kedua jempol berada di pelipis atas telinga, kedua ujung jari-jari disatukan, lalu usap kepala dari atas ke belakang, jempol mengusap hingga ke belakang telinga, telapak tangan mengusap seluruh bagian kepala. Kalau laki-laki dan perempuan berambut cepak, telapak tangan mengusap dari atas ke belakang lalu tarik ke atas kembali. Menurut Imam Malik = basuh seluruh kepala hukumnya wajib.
  • Basuh telinga 3x, telunjuk mengusap ke daun telinga mengikuti alur liku telinga dan menekan lubang telinga, jempol mengusap daun telinga belakang. Lalu mengusap daun telinga dengan telapak tangan 3x.
  • Basuh telapak kaki 3x, mulai dari ujung jemari ke arah tumit, lalu gosok sela jemari kaki dengan kelingking kiri dari arah bawah telapak, kaki kanan gosok dari kelingking ke arah jempol, kaki kiri gosok dari jempol ke arah kelingking.
  • Baca doa setelah wudhu, sunnah sambil menghadap langit. Satu-satunya doa yang disunnahkan sambil melihat ke langit, kalau doa yang lain disunnahkan menunduk.

Notes:

  • Basuh wudhu 3x = kanan 3x, kiri 3x.
  • Wudhu bagus – Sholat bagus – Ibadah bagus – Hidup bagus – Mati bagus – Akhirat senang.
  • Walhan = syaitan yang membisikkan manusia saat wudhu jadi waswas.
  • Waswas = penyakit yang membuat manusia selalu khawatir apa yang dilakukannya, misalnya selalu merasa lupa akan hitungan wudhu, padahal sudah benar.
  • Misik = musk, wewangian dari darah kijang.
  • Dagu bawah termasuk aurat, pas sholat tidak boleh keliatan.
  • Saat wudhu, pastikan makeup tidak membuat lapisan (jika dikerik pakai kuku, ada sesuatu yang menempel di kuku), sehingga menghalangi air masuk ke kulit, contohnya seperti foundation/bedak yang tebal, lipstick dan eyeliner/mascara waterproof, kutex.
  • Kuku pacar dihalalkan karena mewarnai kuku, bukan melapisi, melapisi berarti menutupi, sehingga air tidak masuk kebagian tesebut, yang menyebabkan wudhu tidak sah.
  • Tidak boleh memanjangkan kuku kaki dan tangan, karena akan menjadi tempat syaitan.
  • Sulam alis/tattoo alis/bibir hukumnya haram.
  • Jika kondisi wudhu ada orang banyak, tapi tidak bisa membuka aurat karena ada laki-laki, wudhu bisa memakai kaus kaki, tapi tidak diusap, diguyur sampai air berasa mengalir di kulit, dibolehkan 1x guyur, tidak perlu sampai 3x.