Dibalik Ketidaktahuan Manusia

Nabi Nuh AS belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal dan ditertawai kaumnya.

Nabi Ibrahim AS belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.

Nabi Musa AS belum tahu laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Yang mereka tahu adalah bahwa mereka harus patuh pada perintah Allah dan tanpa berhenti berharap yang terbaik.

Ternyata dibalik ketidaktahuan kita, Allah telah menyiapkan kejutan!

Seringkali Allah berkehendak di detik-detik terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba-hambaNya.

Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa. Karena kadang Allah mencintai kita dengan cara-cara yang kita tidak duga dan kita tidak suka.

Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Lakukan bagianmu saja, dan biarkan Allah mengerjakan bagianNya.

Nasehat Luqman Al Hakim

Satu-satunya manusia yang bukan Nabi, bukan pula Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur’an adalah Luqman Al Hakim. Kenapa? Tak lain adalah karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hidup:

“Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran & kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan & kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir.

“Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar & menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya & menikmatinya.”

“Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan (pesta berlebihan). Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu.”

“Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku jg sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya.”

“Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.”

“Anakku, aku sudah mengalami penderitaan & bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang.”

“Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para Nabi. Kalimat itu adalah:

  1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik
  2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu
  3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu
  4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu
  5. Ingatlah Allah selalu
  6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu
  7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain
  8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu”

Pesan Dari Kubur

  1. Aku adalah tempat yang paling gelap di antara yang gelap, terangilah aku dengan Tahajud.
  2. Aku adalah tempat yang paling sempit, luaskanlah aku dengan Silaturahim.
  3. Aku adalah tempat yang paling sepi, ramaikanlah aku dengan perbanyak baca Al-Qur’an.
  4. Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan, racunilah mereka dengan amal Sedekah.
  5. Aku yang menyepitkanmu hingga hancur, bebaskan sempitan itu dengan Sholat.
  6. Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan Puasa.
  7. Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, persiapkanlah jawabanmu dengan perbanyak menyebut kalimat Laa ilaha ilallah.

11 Nasehat KH. Musthafa Bisri

  1. Kebenaran kita berkemungkinan salah, kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.
  2. Kalau Anda boleh meyakini pendapat Anda, mengapa orang lain tidak boleh?
  3. Tidak ada alasan untuk tak bersedekah kepada sesama. Karena sedekah tidak harus berupa harta. Bisa berupa ilmu, tenaga, bahkan senyum.
  4. Apa yang kita makan, habis. Apa yang kita simpan, belum tentu kita nikmati.
  5. Tawakkal mengiringi upaya. Doa menyertai usaha.
  6. “Berkata baik atau diam” adalah pesan Nabi SAW yang sederhana tapi sungguh penting dan berguna untuk diamalkan dan disosialisasikan.
  7. Mau mencari aib orang? Mulailah dari dirimu!
  8. Hati yang bersih dan pikiran yang jernih adalah suatu anugerah yang sungguh istimewa.
  9. Awalilah usahamu dengan menyebut nama Tuhanmu dan sempurnakanlah dengan berdoa kepada-Nya.
  10. Sambutlah pagi dengan menyalami mentari, menyapa burung-burung, menyenyumi bunga-bunga, atau mendoakan kekasih.  Jangan awali harimu dengan melaknati langit.
  11.  Wajah terindahmu ialah saat engkau tersenyum. Dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai dan tulus.

Apa Bekalmu Untuk Kehidupan Akhirat?

Saudara-saudaraku, kita hidup di dunia tidaklah lama. Rasulullah SAW bersabda, “Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampaui umur tersebut.” (HR. Ibnu Majah: 4236, Syeikh Albani mengatakan: Hasan Shohih)

Dan ternyata dalam waktu yang sebentar itu, kita memerlukan bekal yang banyak untuk mengarunginya. Bahkan kadang kita harus banting tulang demi mencari bekal untuk kehidupan ini.

Jika untuk waktu +-70 tahun saja kita harus banting untuk mencari bekalnya, lalu sudahkah kita banting tulang untuk kehidupan alam barzah yang mungkin bisa sampai ribuan tahun?

Setelah alam barzah juga kita harus dibangkitkan dan hidup dalam waktu yang sangat lama, yaitu 1 hari = 50.000 tahun.

Ingat, ketika itu tak ada yang berguna kecuali amal baik kita. Tak ada pakaian, tak ada sandal, matahari hanya berjarak 1 mil dan tak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Sungguh, kehidupan setelah kehidupan dunia ini jauh lebih lama, dan jauh lebih berat, tentu itu memerlukan usaha mengumpulkan bekal yang jauh lebih banyak dan jauh lebih intens. Oleh karena itu, lihatlah diri Anda, sudahkah dia mempersiapkannya?

Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan lihatlah diri masing-masing apakah yang sudah ia persiapkan untuk kehidupan esoknya?” (QS. Al-Hasyr: 18)

Daily Reminder Of Life

3 hal yang membawa penyakit:

  1. Banyak bicara
  2. Banyak tidur
  3. Banyak makan

3 hal yang merusak badan:

  1. Sedih
  2. Lapar
  3. Tidak tidur malam

4 hal yang menambah cerah wajah:

  1. Taqwa
  2. Jujur
  3. Pemurah
  4. Jaga kehormatan

4 hal yang menarik rezeki:

  1. Qiyamul Lail
  2. Banyak istighfar waktu 2/3 malam
  3. Biasa bersedekah
  4. Berdzikr awal pagi dan petang

4 hal yg menjauhkan rezeki:

  1. Tidur waktu pagi
  2. Sedikit sholat
  3. Malas

Setiap kali ingin membuat maksiat ingat 3 ayat:

  1. “Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah sedang melihat.”
  2. “Siapa yang takut kepada kedudukan Tuhannya baginya dua syurga.”
  3. “Siapa yang bertaqwa kepada Allah. Dia jadikan baginya jalan penyelesaian.”

Bila Allah Menghendaki Kebaikan Pada Seseorang

Oleh Felix Siaw.

Bila Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, maka…

Allah akan faqihkan dia dalam agama Islam.

Allah akan dekatkan dirinya dengan yang salih, membuatnya betah berlama-lama dalam majelis ilmu.

Allah akan mudahkan lisannya untuk berdoa, dan Allah lapangkan dirinya dalam majelis dzikir.

Allah berikan padanya kecintaan pada ibadah dan manisnya rasa tatkala menaati diri-Nya.

Allah sempitkan langkahnya menuju kemaksiatan dan diluaskan jalan kebaikan dan keistiqamahan.

Allah ringankan lisannya untuk bertaubat dan memohon ampunan.

Allah jadikan dirinya manfaat bagi Muslim lain.

Karena semua itu dari Allah, maka memintalah kepada-Nya karena kefaqihan dalam agama ini, adalah rezeki dari-Nya, dan kita berharap, memohon pada Allah semoga kita adalah bagian yang mendapatkan taufik dari-Nya.

Nasehat Hidup

Oleh Ustadz Yazid Jawas.

Jangan berharap kepada manusia, karena engkau akan kecewa. Berharaplah kepada Allah, niscaya engkau tidak akan pernah kecewa.

Manusia yang mulia adalah yang dia bangun di sepertiga malam terakhir, kemudian meminta kepada Allah.

Jangan lewatkan waktumu untuk berbuat maksiat, karena tak tahu kapan ajalmu akan menjemput. Sehingga kematianmu menjadi su’ul khothimah.

Hidupmu di dunia ibarat satu hari atau setengah hari dibandingkan kehidupanmu di akherat kelak, persiapkanlah bekalmu, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa.

Infakkanlah hartamu. Karena simpanan harta yang sesungguhnya adalah yang akan engkau bawa sampai mati, bukan yang engkau simpan untuk duniamu.

Jangan engkau tunda pekerjaan pagimu untuk sore harimu, niscaya banyak pekerjaan yang akan engkau selesaikan.

Aturlah waktumu sebaik mungkin, kapan mengurus pekerjaan rumah tanggamu, kapan engkau membaca Al-Qur’an, kapan engkau membaca buku yang bermanfaat dan pekerjaan lainnya.

Orang yang tertipu adalah orang yang tidak dapat memanfaatkan waktu luangnya padahal dia dalam keadaan sehat.

Sesungguhnya setelah waktu luang akan ada waktu sibuk, setelah sehat akan ada masa sakit. Manfaatkanlah masa sehatmu dan waktu luangmu sebaik mungkin.

Sesungguhnya masa sakitmu dibandingkan masa sehatmu lebih banyak masa sehatmu. Coba ingatlah berapa lama kamu sakit? Seminggu? Sebulan? Setahun? Bandingkan dengan masa sehatmu! Bersyukurlah!

Janganlah engkau merasa aman dari perbuatan maksiat yang engkau lakukan secara diam-diam. Jika istri, suami atau orang lain tak ada yang mengetahui, akan tetapi Allah mengetahui perbuatanmu. Dan kelak perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan.

Apabila perbuatan maksiat sudah engkau lakukan, menyesallah! Bertaubatlah! Bertaubat dengan sebaik-sebaik taubat. Janganlah engkau ulangi. Tegakkanlah sholat niscaya akan menghapusnya.

Berbuat baiklah kepada orangtuamu niscaya akan menghapus dosa-dosamu.

Berdo’alah. Sesungguhnya do’a yang paling banyak diiucapkan Nabi SAW  adalah: “Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik” = Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam agamaMu.

Jangan engkau tinggalkan setelah sholat shubuh sebuah doa: “Allohumma innii as aluka ‘ilmaana fi’a wa rizqon thoyyiba wa ‘amalan mutaqobbalaa” = Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.

Bacalah dzikir pagi dan petang, dia hanya meminta waktumu 10 menit. Kau bisa melakukan di sela-sela aktivitasmu.

Bacalah buku yang bermanfaat. Karena ia dapat menghantarkanmu kepada kebaikan. Bacalah buku 4 jam dalam sehari.

Manusia yang paling utama adalah yang baik akhlaknya. Dan manusia yang paling cerdas adalah yang selalu mengingat mati dan mempersiapkan bekal menghadapi kehidupan setelah kematian.

Janganlah engkau panjang angan-angan untuk kehidupan duniamu. Ketika usahamu telah mencukupi kebutuhan hidupmu, tak usah engkau tambahkan beban hidupmu dengan berhutang untuk memperluas usahamu. Karena bisa jadi engkau akan mati meninggalkan hutang dan sesungguhnya Nabi SAW tak bersedia menyolati jenazah orang yang mati meninggalkan hutang.

Boleh engkau melakukan hal-hal mubah seperti menjaga kesehatan badanmu, akan tetapi janganlah hal itu membuatmu lupa menjaga kesehatan hatimu.

Berikan rasa cintamu untuk orang-orang sholih, bukan untuk orang-orang kafir.

Maafkanlah orang yang telah menyakiti hatimu.

Tolak Ukur Keberhasilan Rumah Tangga

Sebagian besar masyarakat mengatakan ada 2 hal yang jika terjadi maka Rumah Tangga tersebut terbilang sukses:

  1. Punya anak
  2. Banyak harta

Bukan. Bukan itu.

Pertama, Rumah Tangga ‘Aisyah RA tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis? Tidak bahagia?

Kedua, Rumah Tangga Fatimah RA sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa Rumah Tangga mereka hancur berantakan diujung tombak? Tidak. Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allah.

Benar, sebagai seorang Isteri jangan bermudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena kedua sebab diatas. Sebab ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.

Juga sebagai seorang Suami jangan bermudah-mudahan mengatakan “Aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu, duhai Isteriku.” Taukah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian. Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.

Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim ialah:

Ketika setelah menikah, maka bertambahlah taqwa mereka kepada Allah.

Ketika setelah menikah, maka bertambahlah amalan-amalan sunnah mereka.

Ketika setelah menikah, bertambahlah hapalan-hapalan mereka.

Ketika setelah menikah, bertambahlah kesabaran mereka dalam setiap taqdir Allah.

Ketika setelah menikah, bertambahlah ghiroh mendatangi majelis-majelis ‘ilmu Allah.

Ketika setelah menikah, bertambah takutlah mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil. Bertambah berharaplah mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Allah tanpa hisab.

Masyaa’Allah, Baarakallaahu fiik. Makin bersyukur terlahir sebagai muslim. Punya pandangan dan cara yang sangat indah.

Tarbiyah Allah Kepadamu

Allah punya banyak cara dalam mentarbiyah (mendidik) hamba-hambaNya.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Terkadang Dia mengujimu dengan gangguan dan sesuatu yang menyakitkan dari orang di sekitarmu, sampai hatimu tidaklah bergantung kepada siapapun. Tidak kepada ibu, bapak, saudara ataupun teman. Akan tetapi, hatimu bergantung kepada-Nya saja.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Terkadang Dia mengujimu dengan tujuan menampakkan dari hatimu ibadah kesabaran, ridha dan percaya diri kepada-Nya. Apakah kamu ridha kepada-Nya dikarenakan Dia telah memberimu? Atau dikarenakan kamu percaya, bahwa Dia adalah Dzat yang penuh dengan hikmah (dalam segala kehendak dan perbuatan-Nya) lagi Maha Penyayang?

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Terkadang Dia mencegah darimu rezeki yang kamu minta, sebab Dia tahu bahwa sesungguhnya rezeki tersebut akan menjadi penyebab rusaknya agama atau duniamu. Atau, waktunya belum tiba dan akan tiba pada saat yang terbaik.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Terkadang Dia tidak memberikanmu kenikmatan dengan sempurna, yang kamu telah nikmati. Sebab, Dia melihat bahwa hatimu telah menyukai dunia, lalu Dia berkehendak memperlihatkan padamu akan hakikat dunia, agar kamu dapat zuhud (meninggalkan cinta dunia), memandang rendah pada dunia dan merindukan surga.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Sesungguhnya Dia mengetahui penyakit di hatimu yang kamu tidak mampu mengobatinya sesuai dengan kemauanmu, lalu Dia mengujimu dengan kesulitan-kesulitan yang semuanya itu akan mengusir penyakit tersebut walaupun kamu merasakan sedikit sakit dan pedih, namun kemudian kamu akan tertawa setelah itu.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Terkadang Dia menunda terkabulnya doamu sehingga kamu menghabiskan segala sebab dan usaha (untuk mewujudkan harapan dan cita-cita), lalu kamu berputus asa dari keadaan yang baik, namun kemudian Dia memperbaiki keadaanmu dari sekiranya kamu tidak menyangkanya, sehingga kamu mengetahui bahwa Dia-lah yang menganugerahkan kenikmatan tersebut terhadapmu.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Terkadang ketika kamu sedang melaksanakan ibadah karena berniat mencari dunia, lalu Dia menghalang-halangi kamu dari dunia sehingga niat ikhlas dapat kembali lagi ke hatimu, lalu kamu dapat terbiasa beribadah karena Rabb yang Maha Penyayang, kemudian akhirnya Dia memberikanmu (dunia tersebut) dan tidak melemahkan keikhlasanmu.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Terkadang Dia memperlama ujian dan cobaan pada dirimu. Dia hendak memperlihatkan padamu di sela-sela cobaan ini; kasih sayang, pertolongan, dan perasaan lapang dada yang memenuhi hatimu, yang kamu ketahui dengan baik, sehingga kecintaan tersebut memenuhi hatimu.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Terkadang Dia melihat dirimu lalai untuk mendidik hatimu dan menafsirkan semua kejadian-kejadian seakan-akan semuanya terjadi dengan sendirinya, kemudian Dia memperlihatkan padamu sebagian dari keajaiban takdir-takdir-Nya dan pengabulan-Nya yang cepat terhadap doa, sehingga (ketika itu) kamu bisa bangun dan sadar dari kelalaian tersebut.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Terkadang Dia mempercepat turunnya hukuman-Nya terhadap dirimu atas dosa-dosamu sehingga kamu dapat segera bertaubat, lalu Dia mengampunimu dan menyucikanmum serta tidak membiarkan dosa-dosamu bertambah banyak dan memenuhi hatimu, sehingga hatimu tertutup dengan “Ar-Raan” (noda hitam) yang menyebabkan hatimu menjadi buta.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Sesungguhnya ketika dirimu terus menerus memelas memohon sesuatu serta marah-serta terhadap qadar Allah (karena belum mengabulkan keinginanmu), maka Dia memberikan dan mengabulkannya untukmu sehingga kamu dapat merasakan hakikatnya (keburukan hasil), lalu kamu membencinya dan kamu baru mengetahui (ketika itu) bahwa pilihan Allah untukmu lebih baik bagimu.

  1. Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu…

Suatu ketika kamu tertimpa cobaan, lalu Dia memperlihatkan kepadamu orang lain yang tertimpa cobaan yang sama denganmu, akan tetapi keadaannya jauh lebih buruk daripada dirimu, sehingga kamu dapat merasakan belas kasih-Nya terhadap dirimu, lalu kamu mengatakan dalam hatimu, lisanmu dan sikapmu selama hidupmu “Alhamdulillah”.

 

Selalu berprasangka baik dan serahkanlah semua urusan kita pada-Nya. Biarkan Allah menyelesaikan melalui cara-Nya. Jangan mengecewakan diri dengan angan-angan kita sendiri. Percayalah dan yakin bahwa pilihan-Nya adalah yang terbaik untuk kita.