Nasehat Bermurah Hati

Jangan berpaling dari orang yang membutuhkan uluran tanganmu ketika kamu mampu memberinya sesuatu, baik itu sedikit ataupun banyak. Orang yang mendatangimu dalam keadaan butuh adalah karunia-Nya untukmu, maka penuhilah kebutuhannya jika kamu dalam keadaan mampu, atau sebagian dari kebutuhannya.

Tidakkah kalian ingin menyimpan rezeki Allah itu di Bank yang paling aman (akhirat) dan tidak pernah merugikan? Ingatlah, tabungan akhiratmu adalah apa yang kau infaqkan, bukan apa yang kau belanjakan untuk memenuhi keinginanmu.

Syeikh Abdul Qodir Jailaniy ra berkata kepada para muridnya:

“Di hadapan ku (dalam majlisku), kalian mendengarkan tentang kemurahan dan kasih sayang Allah, dan kalian meneteskan air mata, tapi ketika orang miskin datang, hati kalian sulit memberi. Sungguh celakalah kalian! Hal ini menunjukkan bahwa air mata dan perhatian kalian tidak tulus karena-Nya. Ketahuilah bahwa Nabi Muhammad ﷺ  tidak hanya memberikan hartanya  pada orang miskin, tapi Nabi Muhammad ﷺ juga duduk dan berkumpul bersama mereka, makan bersama mereka dan berbagi rezeki Allah bersama mereka.”

Karomah: Syekh Abdul Qodir Al Jaelani

Dikisahkan oleh Ustadzah Samirah Alhabsyi.

Suatu ketika seseorang melewati kuburan, mendengar suara rintihan, ternyata suara berasal dari dalam kubur seorang temannya.

Kemudian si Fulan, mendatangi Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, agar mendoakan temannya tersebut. Lalu terjadi percakapan antara si Fulan dengan Syekh Abdul Qodir Al Jaelani.

Syekh: Apakah dia pernah hadir di majelisku?

Si fulan: Tidak pernah, Syekh.

Syekh: Apakah dia pernah melihat orang yang pernah hadir di majelisku?

Si fulan: Tidak pernah, Syekh.

Syekh: Apakah dia pernah melihat orang yang melihat orang yang hadir di majelisku? (Jadi orang ketiga maksudnya).

Si fulan: Tidak pernah, Syekh. Karena teman-temannya dia pun bukan teman-teman yang biasa ke majelis.

Syekh: Terus, hal apa yg bisa menyambungkanku dengan dia?

Si fulan: Syekh, pada waktu Syekh dan murid-murid Syekh hendak pergi dengan berkuda, dia pernah melihat debu-debu beterbangan karena hentakan kuda-kuda tersebut.

Syekh: Cukup itu saja yg menghubungkan aku dengan dia.

Maka didoakannya kuburan tersebut oleh Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, dan berhenti pulalah tangisan dalam kuburan tersebut.

Baru melihat debunya saja sudah begitu. Apalgi hadir dan menjadi muridnya?

Semoga kita mendapatkan rejeki menjadi murid orang-orang sholeh yang disayang Allah. Dan yg terpenting, diakui oleh orang-orang sholeh tersebut agar mendapatkan syafaat.